BACA JUGA : Bangga Main Engklek Warisan Nenek Moyang
Harapan itu menjadi komitmen kedua atlet. Mereka menegaskan akan terus mengasah atlet sepeda Lumajang. “Selalu mendukung dan men-support untuk regenerasi (atlet, Red),” tegas Fanani saat tiba di Lumajang, Sabtu (21/5) lalu.
Kedua atlet kebanggaan itu mampu membuktikan potensi balap sepeda Lumajang di ajang bergengsi internasional. Sebab, keduanya mampu berdiri di podium pertama dan kedua SEA Games ke-31 di Vietnam. Hal itu memotivasi atlet Lumajang lain untuk mengikuti jejak apik di tiap kejuaraan balap sepeda.
Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, prestasi tersebut tidak boleh berhenti hanya di SEA Games. Cak Thoriq berharap Fanani segera membuat program berkelanjutan. Hal itu untuk mencetak bibit baru atlet sepeda Lumajang.
“Seluruh nomor sepeda. Baik road bike, downhill, cross country, maupun cross BMX. Ini untuk memastikan kami punya atlet yang saling berkelanjutan prestasinya dari waktu ke waktu. Apalagi Lumajang memiliki banyak sirkuit dan medan untuk digunakan latihan,” katanya.
Nantinya, bupati melanjutkan, para atlet bisa menggunakan sirkuit BMX di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, untuk latihan BMX, cross country maupun downhill. Sementara, nomor road bike bisa berlatih di jalan lintas selatan (JLS). Dia menilai sirkuit itu sudah strategis dan layak digunakan.
Oleh sebab itu, dia berharap kedua atlet bisa menularkan ilmunya kepada atlet lain. Khususnya atlet yang akan bertanding dalam gelaran Porprov VII Jatim, bulan depan. (kin/c2/fid)
Editor : Safitri