Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Obat Pasien Tertukar

Safitri • Kamis, 26 November 2020 - 22:32 WIB
PROTES: Salah seorang keluarga pasien yang protes sedang berada di ruang tunggu Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian, kemarin.
PROTES: Salah seorang keluarga pasien yang protes sedang berada di ruang tunggu Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian, kemarin.
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Lailatus Saidah, warga Desa Jogosari, Kecamatan Pasirian, memprotes pelayanan rumah sakit. Sebab, ayahnya yang dirawat di ruang isolasi kondisinya makin parah karena obatnya tertukar.

“Ayah saya sudah di-rapid dan hasil nonreaktif. Tapi, pihak rumah sakit menempatkan ayah di ruang isolasi Covid-19,” ucapnya. Dia semakin kesal ketika sang bapak diberi obat yang salah. Akibatnya, bapaknya mengalami sesak napas dan batuk berdarah.

Setelah dikroscek, ayahnya yang bernama Asmuni diberikan obat pasien lain yang bernama Supriadi. Menurut kabar terakhir, kondisi ayahnya bertambah parah. Mengetahui ada kesalahan pemberian obat, Saidah muntab.

Apalagi ketika tim medis hanya menyatakan permintaan maaf dan tidak ada tindak lanjutnya. “Saya sekarang protes. Beruntung ya, bapak saya bisa membaca. Jika beliau buta huruf, dan obat tersebut dikonsumsi secara terus-menerus, bagaimana nasibnya. Sekarang katanya kondisinya bertambah sesak dan batuk berdarah,” ujarnya.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian dr Wawan Arwijanto membenarkan kesalahan tersebut. Letak kesalahan dilakukan oleh salah seorang perawat dari rumah sakit.

Pihaknya mengaku sangat bersalah dan meminta maaf. “Memang pada tanggal 22 November telah terjadi kesalahan pemberian obat atas nama pasien Asmuni tertukar dengan Supriadi, dan kami minta maaf,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan, pasien yang bernama Asmuni mengalami batuk berdarah karena penyakit dari pasien sendiri. “Batuk berdarah itu dari proses penyakitnya sendiri, karena covid-19 menyerang paru-paru. Dan lendir yang tidak bisa dikeluarkan bisa batuk darah seperti bapak Asmuni yang memiliki komorbid memiliki penyakit diabetes dan hipertensi,” ucapnya.

Pasien yang bersangkutan masih diduga mengalami sakit akibat Covid-19. Rapid test memang nonreaktif, namun hasil swab test masih belum keluar. Editor : Safitri
#Covid-19 #Vaksin