Tinggalkan Cara Lama! Peternak Sapi Perah Senduro Lumajang Mulai Pakai DairyTrack!


Radar Semeru - Inovasi ditingkat peternakan Lumajang makin dikebut. Salah satunya upaya DairyTrack sebagai sistem rekording sapi berbasis digital untuk menelusuri riwayat ternak.
Catatan produksi susu, kesehatan, pakan, dan reproduksi menjadi bagian penting dalam pengelolaan peternakan sapi perah.
Ketika data tersebut masih tersimpan dalam buku atau lembaran kertas, risiko rusak dan hilangnya catatan dapat menyulitkan peternak menelusuri riwayat ternak.
Baca Juga: Siapkan Bonus Fantastis, Pemkab Lumajang Patok Target Tinggi di POPDA XV dan PEPARPEDA III
Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh salah satu universitas di Jawa Timur tepatnya berlokasi di Dusun Karanganyar, Desa Burno, Kecamatan Senduro, kemarin.
Peternak yang tergabung dalam Poktan Wonosari dikenalkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pencatatan dan pengelolaan ternak.
Ali, salah satu tim Universitas tersebut menjelaskan pencatatan atau rekording menjadi dasar penting dalam pengelolaan peternakan.
Data yang tersusun dengan baik membantu peternak memantau perkembangan ternak sekaligus mengevaluasi hasil pemeliharaan.
Pencatatan Ternak dalam Satu Sistem DairyTrack dapat mendukung pencatatan berbagai informasi ternak, mulai dari pemberian pakan dan suplemen, diagnosis penyakit, produksi susu, hingga jadwal reproduksi.
“Jika kita tidak dapat mencatat dan mengukurnya, kita tidak akan bisa me-manage-nya. Makanya kami mengenalkan inovasi Dairy Track tujuannya untuk pencatatan produksi susu, kesehatan, pakan ternak,” ucapnya.
Sebab sejauh ini informasi soal produksi susu, pemberian pakan, kondisi kesehatan, dan perkembangan reproduksi sapi masih banyak dicatat secara manual.



