RINGSEK: Minibus yang membawa rombongan wisatawan mancanegara usai kecelakaan di Jalan raya Kraton, Jumat (18/10) pagi. (Foto: Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

KRATONRadar Bromo – Rencana Asyiqul Fahmi, 43, warga Desa Sumberjo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri mengantar rombongan wisatawan asing ke Gunung Bromo urung terlaksana. Itu setelah minbus yang dikemudikannya menabrak truk yang hendak berbelok Jumat pagi (19/10).

IKLAN

Kecelakaan ini diketahui terjadi sekitar pukul 06.00  di Jalan Raya Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Pagi itu, Asyiqul Fahmi membawa empat wisatawan dengan minibus Gran Max Nopol AG 1349 BW dan melaju dari arah barat ke timur. Mereka hendak menuju wisata Gunung Bromo.

Setibanya di depan Pabrik Wings, ada sebuah truk nopol  N 8606 UR yang dikemudikan Imam Abadi, 56, warga Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, hendak berbelok ke selatan jalan. Truk ini hendak masuk pabrik.

Diduga, Asyiqul Fahmi tidak memperhatikan keberadaan truk ini. Tabrakan pun tidak terhindarkan. Daihatsu Gran Max yang dikemudikan Asyiqul Fahmi menabrak bagian belakang truk yang sudah berhenti di tengah jalan. Akibatnya, bagian depan minibus mengalami pesok. Sementara body truk tidak mengalami kerusakan apapun.

Warga yang berada di lokasi lantas membantu proses evakuasi dengan menepikan Minibus ke bahu jalan sebelah selatan. Sementara, pengemudi Minisbus, Asyiqul Fahmi mengalami luka lecet pada dahi sebelah kanan dan lecet pada tangan kanan. Ia lantas dibawa ke Puskesmas Kraton.

Sedangkan, empat wisatawan ini sempat diamankan di Polsek Kraton menggunakan mobil Polsek Gadingrejo. Namun, mereka memilih untuk melanjutkan perjalanan ke wisata Gunung Bromo dengan menggunakan Bus. Setelah sempat menjalani perawatan medis, Asyiqul Fahmi diperbolehkan untuk pulang.

Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota, Iptu Ahmad Jayadi membenarkan adanya kecelakaan minibus yang memuat wisatawan asing. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui jika kecelakaan ini disebabkan pengemudi minibus kurang memperhatikan lalu lintas (lalin).

“Tidak ada korban jiwa, pengemudi minibus hanya mengalami luka lecet. Dia kurang berhati hati pada lalu linta di depannya,” terang Jayadi. (riz/fun)