GELAP MATA: Romla saat dirilis di hadapan awak media. (Foto: Iwan Andrik/Radar Bromo)

BANGILRadar Bromo – Hasil dari buruh cuci yang tak pasti, membuat Romla, 42, jadi gelap mata. Ia nekat jual pil “penjinak anjing” untuk menambah penghasilannya.

IKLAN

Namun, apa yang dilakukannya itu harus dibayar mahal. Karena ulahnya itu, ia ditangkap polisi. Ibu empat anak itu ditangkap, Senin dini hari (28/10), di rumahnya Kelurahan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Istri seorang nelayan ini ditangkap saat tengah beristirahat.

Kapolres Pasuruan AKBP Ripto Rofik Himawan menyampaikan, penangkapan Romla bermula dari pengembangan yang dilakukan anggota Satresnarkoba Polres Pasuruan. Sebelum menangkap Romla, polisi berhasil menangkap kurir pil logo Y, Muhammad Choirudin, 21, di depan SPBU Raci, Kecamatan Bangil.

Choirudin ditangkap di hari yang sama. Begitu menangkap Choirudin, petugas melakukan pengembangan. “Tersangka mengaku memperoleh barang dari R yang masih tetangganya,” jelas Rofik, sapaan Rofik Ripto Himawan.

Petugas pun bergerak ke rumah Romla. Di situlah, Romla kemudian ditangkap. Ia tak bisa berkutik, setelah polisi akhirnya menemukan barang bukti berupa pil penjinak anjing.

“Total, ada dua kaleng berisi pil logo Y dengan isi 2 ribu butir dan satu kantong plastik berisi sabu-sabu seberat 0,50 gram dari kedua tersangka,” kata Rofik.

Atas temuan itulah, keduanya digiring ke Mapolres Pasuruan untuk penyidikan. Kepada petugas, Romla tak memungkiri kalau menjadi pengedar pil koplo. Ia sudah tiga bulan terakhir menjadi pengedar pil terlarang itu.

Alasannya, untuk menambah penghasilan. Karena hasil dari buruh cuci, tak cukup untuk pemenuhan sehari-hari. “Order cucian tidak mesti, Mas,” akunya sembari terisak.

Karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Keduanya terancam hukuman 10 tahun penjara. (one/mie)