IKHLAS: Dewi Puspitasari menunjukkan foto kekasihnya, Rusdianto, semasa hidup. (Foto: Ginanjar Elyas Saputra/Radar Surabaya)

BANGIL, Radar Bromo – Dewi Puspitasari, 35, lemas setelah mendengar berita bahwa calon suaminya, Rusdianto, ditemukan tewas mengenaskan di pinggir Jalan Tol Pasuruan-Malang, Rabu (23/10) sore. Saat ditemui di kediamannya Jalan Rejosari Makmur II-B Nomor 43, Benowo, Surabaya, Dewi yang baru pulang dari rumah duka di Ponorogo tampak sedih.

IKLAN

Dewi mengaku terakhir berkomunikasi dengan calon suaminya tersebut melalui WhatsApp (WA), Senin (21/10). Rusdianto menghubungi Dewi melalui layanan suara WA. Sang kekasih menyampaikan sedang mengantar customer pada pukul 07.45.

”Tapi gak tahu mengantar customer ke arah mana. Dia bilang, Ma, sudah dulu ya, mau antar penumpang, nanti telpon lagi. Setelah itu tidak ada kabar lagi,” kata Dewi, Kamis (24/10).

BARANG BUKTI: Mobil Suzuki Ertiga yang sempat dibawa kabur Gianto. Inset: Jenazah Rusdianto saat ditemukan di tol Mapan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Pada pukul 17.10, janda dua anak ini mencoba menghubungi Rusdianto lagi. Namun, dua HP milik calon suaminya itu sudah dalam keadaan off. ”Biasanya kalau dia mau ambil penumpang, saya tanya. Waktu saya telepon terakhir itu dia kalau sedang mengantar customer. Saya juga dengar kalau samar-samar ada suara orang ngobrol di mobil,” katanya.

Dewi pun panik. Sepupu korban bernama Wawan mencoba menghubungi Polsek Pakal dan menyiarkan kehilangan orang di salah satu radio di Surabaya. Setelah dua hari menghilang, ternyata Rusdianto telah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di Tol Pasuruan-Malang, Kamis (24/10).

Niat menikah dengan Rusdianto pun gagal. Padahal, Desember 2019 mendatang dirinya berencana melaksakan pernikahan resmi dengan duda dua anak tersebut. Dewi berharap pelaku diganjar dengan hukuman seberat-beratnya. ”Mas Rusdi ini orangnya baik. Kenapa harus diperlakukan seperti itu? Saya sudah menjalin hubungan satu tahun terakhir,” pungkasnya. (gin/JPG/fun)