Korban yanh telah dikubur dengan cara dicor semen kembai digali. (Edho/Sumeks.co/JPG)

JawaPos.com – Terjawab sudah kasus hilangnya Apriyadi sebagaimana dilaporkan keluargnay ke Polda Sumsel Rabu (9/10). Tim Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel ditemukan sudah tidak bernyawa di TPU Kandang Kawat, Kecamatan IT II Palembang, Jumat (25/10) siang.

IKLAN

Korban diduga dibunuh dengan cara dijerat. Kemudian pelaku menghilangkan jejaknya dengan cara dikubur lalu kemudian dicor semen. Posisi tubuh korban dan kaki tertekuk. Saat ini polisi sudah mengamankan dua orang pelaku yang diduga menjadi otak perencanaan pembunuhan tersebut.

Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Yustan Alfiani melalui Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel AKBP Yudhi Suharayadi mengungkapkan, korban ditemukan sejak dilaporkan menghilang beberapa waktu lalu. “Jenazah korban saat ini kita bawa ke RS Bhyangakara untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya saat ditemui SUMEKS.CO (Jawa Pos Group) di TPU Kandang Kawat.

Seperti diberitakan sebelumnya diduga Apriyanita menjadi korban penculikan dalam bisnis jual kendaraan roda empat. Sebelum dilaporkan menghilang, korban sempat menghubungi saudara perempuannya berinisial Fe.

Menurut Fe, di balik telpon korban sempat meminta dirinya untuk menunggu karena ada yang ingin dibicarakan. “Tunggu sebentar, ado yang nak aku omongi samo kau,” terang Fe menirukan pembicaraan korban saat memberikan keterangan kepada tim penyidik.

Saat itu, Fe menambahkan korban ingin menemui Lurah karena ingin meminta tanda tangan. “Setelah itu dia (korban) tidak bisa dihubungi lagi,” tandasnya.

Pihak keluarga terus melakukan pencarian keberadaan korban dan mencari keterangan dari saksi-saksi yang terakhir melihat keberadaan korban. Ada saksi yang melihat korban menumpang mobil Toyota Innova warna hitam bersama seorang laki-laki yang diduga berinisial Yd.

Menurut saksi lagi, Yd sempat turun dari mobil dan meminta korban untuk menunggu karena ada yang ketinggalan. Korban sempat masuk ke rumah, sementara mobil tadi berputar-putar di sekitar rumah korban.

Malah ditambahkan Fe, ia juga sempat memperoleh informasi sebelum kejadian, 26 Agustus 2019 lalu, dari rekening bank Mandiri milik korban ada bukti transfer uang sebesar Rp145 juta ke rekening bank Mandiri atas nama Ytr dengan laporan transaksi mobil. Informasinya lagi, korban sempat menggadaikan SK pegawainya untuk mendapatkan uang Rp 200 juta untuk usaha jual beli mobil dan sempat mendapat keuntungan sebesar Rp 80 juta.

Editor : Mohamad Nur Asikin