BEJAT: SN saat dimintai keterangan penyidik Satreskrim Polres Probolinggo. (Mukhamad Rosyidi/Radar Bromo)

PAJARAKANRadar Bromo – SN, 44, warga Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo ternyata tak hanya sekali menyetubuhi anak tirinya. Tercatat, SN, 44, anak tirinya, RM, 15 dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

IKLAN

Kanit PPA Bripka Isana Reny Antasari mengatakan, persetubuhan itu terjadi sejak korban RM masih kelas 5 sekolah dasar. Saat itu, RM berumur sekitar 10 tahun. Artinya, persetubuhan itu sudah berlangsung selama sekitar lima tahun.

Meski demikian, RM tidak pernah berani menceritakan peristiwa itu pada ibunya. Sebab, pelaku selalu mengancam RM. “Saat pertama kali disetubuhi, korban belum mens. Tahun berapa itu, keluarga lupa. Yang jelas saat korban kelas 5 SD,” katanya.

Sejak kelas 5 itu, pelaku terus menyetubuhi korban. Bahkan, setelah korban lulus SD, kemudian meneruskan ke pondok pesantren.

Saat libur dan pulang ke rumah, pelaku pun terus menyetubuhi korban. Korban tak berdaya karena mengancam akan membunuh ibunya, jika menceritakan perbuatannya itu. Di sisi lain, korban sering melihat ibunya dipukuli pelaku. “Karena itu korban diam. Hingga Kamis (20/10) semuanya terbongkar,” jelasnya. (sid/hn)