DENPASAR – Dua pemuda asal kecamatan Langke Rembong, Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas usai menenggak miras oplosan.

IKLAN

Keduanya tewas usai pesta miras di sebuah kosan di jalan Akasia, Denpasar Kamis (17/10) malam. Kedua korban masing-masing bernama Antonius Randi dan Patris.

Keduanya diketahui adalah mahasiswa semester akhir di Universitas Mahasaraswati, Denpasar.

Korban Antonius Randi tewas di RSUP Sanglah. Sedangkan korban Patris tewas setelah dilarikan ke rumah sakit Rumah Sakit Bali Royal Hospital (Bros).

Berdasar informasi yang dihimpun, kedua korban tewas setelah mengonsumsi miras oplosan di salah satu kosan di daerah Akasia, Denpasar.

Miras yang dikonsumsi diduga adalah oplosan yang dibeli dari salah satu warung di Denpasar. “Arak dibeli dari salah satu warung,” ujar salah seorang rekan korban yang tidak mau menyebutkan namanya.

Saat pesta miras tersebut, tiba-tiba saja, para korban merasakan dada panas hingga sempat muntah-muntah.

Melihat kejadian itu, rekan-rekan keduanya membawa mereka ke rumah sakit. Namun sayangnya, nyawa kedua korban tidak tertolong.

Selain kedua korban tewas, salah seorang pemuda lainnya bernama Boy, asal Langke Rembong juga mengalami kritis dan masih dalam perawatan medis.

Boy juga ikut mengonsumsi arak oplosan bersama kedua korban. Terkait kejadian ini, Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Nyoman Karang Adiputra mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan terkait peristiwa ini.

“Belum ada laporan yang kami terima,” tandasnya saat dikonfirmasi via telepon, Jumat (18/10) pagi. Hingga kini, rencananya jenasah kedua korban akan diterbangkan ke kampung halaman mereka Jumat (18/10) hari ini.

(rb/mar/mus/JPR)