Jasad korban dievakuasi ke rumahnya di Banjar Abing, Desa Sulangai, Kecamatan Petang. (Istimewa)

MANGUPURA – Seorang janda bernama Ni Wayan Warsa, 55, ditemukan tewas gantung diri di pohon manggis di tegalan Munduk Tumpeng, Banjar Abing, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Badung, Rabu (16/10) malam.

IKLAN

Sebelum tewas gantung diri, korban diduga memiliki masalah pada bagian kesehatan yang tak kunjung sembuh sehingga memilih mengakhiri hidupnya.

Kasubbag Humas Polres Badung Iptu I Ktut Oka Bawa mengatakan, setelah mendapat laporan seorang janda ditemukan gantung diri, kepolisian langsung ke TKP.

Menurut sejumlah saksi, sebelum ditemukan tewas paginya korban pamit kepada anak tirinya, I Komang Sujana, 38, untuk pergi ke kebun.

Wanita tersebut pun tak kunjung pulang hingga sore sekitar pukul 18.00 Wita. Sujana lantas menyusul ke kebun bersama Ni Komang Kamarini, 28.

Sampai di tegalan Bukit Munduk Tumpeng, saksi melihat korban tergantung dengan simpul jerat mati menggunakan tali plastik pada pohon manggis sekitar 10 meter.

“Tali gantungnya terikat pada cabang pohon tersebut dan menggantung sekitar 1,5 meter. Jarak ujung kaki ke tanah 10 sentimeter dan jarak simpul leher ke pohon 80 sentimeter,” bebernya.

Melihat sang ibu dalam kondisi tergantung, anak-anaknya pun terkejut dan mereka hanya bisa berteriak dan menagis sambil meminta tolong kepada warga sekitar.

“Sesampainya di TKP, jasad korban langsung diturunkan sekitar pukul 21.15. Hasil pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” bebernya.

Setelah dinyatakan meninggal, korban pulang ke rumahnya. Pihak keluarga tak menuntut kematianya dan menerima dengan ikhlas peristiwa tersebut.

“Dari keterangan saksi kunci bahwa korban mengalami penyakit dalam yang tak kunjung sembuh. Diduga karena itu korban bunuh diri,” tutupnya.

(rb/dre/mus/JPR)