RILIS: Polisi saat menunjukkan barang bukti dan pelaku penyalahgunaan narkoba, Senin (9/12). (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

PURWOREJORadar Bromo – Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota masih cukup tinggi. Dalam sebulan terakhir, Polresta setempat berhasil mengamankan enam pengedar. Rata-rata mereka baru melakukan ini untuk pertama kali.

IKLAN

Keenam pelaku ini diketahui bernama M. Nur Kholid, 20, warga Kelurahan/Kecamatan Gadingrejo; Abdul Rachman, 21, warga Kelurahan Mendaranrejo, Kecamatan Panggungrejo.

Selanjutnya, Edwin Faindra, 31, warga Kelurahan Mendaranrejo, Kecamatan Panggungrejo; M. Hosny, 39, warga Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo; Muhammad Fati Heri, 26, warga Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Bugul Kidul. Serta Muhammad Nasir, 38, warga Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo.

Dari tangan keenam pelaku Ini, Polres mengamankan barang bukti sabu seberat 9,85 gram. Serta pil dobel L sebanyak 57 butir.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Donny Alexander mengungkapkan, pengungkapan ini berkat operasi selama sebulan yang dilakukan tim Satreskoba Polres Pasuruan Kota. Sebelumnya, polisi telah mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkoba.

“Dari informasi inilah, kami lantas melakukan pengecekan dan ternyata benar. Mereka diamankan bersama barang bukti,” ungkapnya.

Donny menjelaskan, mereka adalah pengedar khusus di wilayah Kota Pasuruan. Meski demikian, keenam pelaku tidak berada dalam satu jaringan. Keenam pelaku ini rata-rata adalah pengangguran.

Mereka menjadi pengedar karena tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan. Mereka mengaku baru melakukan aksi ini sekali. Kapolres merinci untuk sabu per gramnya, pelaku mendapatkan keuntungan Rp 1,5 juta. Sementara untuk pil dobel L mendapat kan Rp 25 ribu untuk setiap 10 butir yang terjual.

“Kami masih melakukan pengembangan. Mereka dikenakan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya mulai 15 tahun penjara hingga hukuman mati,” jelasnya.