alexametrics
23.5C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Nyolong di Pesantren, Ini yang Diambil

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

JENGGAWAH.RADARJEMBER.ID – Andi Setiawan, 27, warga Dusun Pondok Lalang, Desa Wonojati, Jenggawah, harus berurusan dengan Polsek Jenggawah. Andi meringkuk di sel tahanan setelah penyidik menetapkannya menjadi tersangka. Andi ditangkap Unit Reskrim Polsek Jenggawah, karena diduga melakukan pencurian di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Addimyati.

Informasi di lapangan, tersangka Andi melakukan aksinya pada hari Sabtu (17/10/2020) sekitar pukul 01.30. Dia masuk ke lingkungan Ponpes Addimyati di Dusun Pondoklalang, Desa Wonojati, Jenggawah. Kemudian, Andi masuk ke ruang guru yang sedang direhab dengan cara memanjat.

Dia mengambil peralatan berupa salon aktif dan proyektor. Setelah itu, salon aktif dia jual kepada seseorang dengan harga Rp 100 ribu. Sementara proyektor dia jual kepada seorang warga Semboro dengan harga Rp 1 juta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kasus ini terungkap setelah seorang guru di Ponpes tersebut masuk ke ruangan. Mengetahui ada barang yang hilang, guru ini memberitahu pengasuh Ponpes Addimyati. Selanjutnya, kasus itu dilaporkan ke polisi hingga akhirnya tersangka berhasil ditangkap.

Kapolsek Jenggawah AKP Makruf melalui Kanit Reskrim Aiptu Akhmad Rinto, membenarkan penangkapan itu. Menurutnya, kejadian itu mengakibatkan Ponpes merugi sekitar Rp 5,5 juta. “Untuk kasusnya masih kami dalami. Termasuk apakah ada keterlibatan orang lain dalam kasus ini juga kita kembangkan,” ungkap Rinto. (*)

- Advertisement -

JENGGAWAH.RADARJEMBER.ID – Andi Setiawan, 27, warga Dusun Pondok Lalang, Desa Wonojati, Jenggawah, harus berurusan dengan Polsek Jenggawah. Andi meringkuk di sel tahanan setelah penyidik menetapkannya menjadi tersangka. Andi ditangkap Unit Reskrim Polsek Jenggawah, karena diduga melakukan pencurian di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Addimyati.

Informasi di lapangan, tersangka Andi melakukan aksinya pada hari Sabtu (17/10/2020) sekitar pukul 01.30. Dia masuk ke lingkungan Ponpes Addimyati di Dusun Pondoklalang, Desa Wonojati, Jenggawah. Kemudian, Andi masuk ke ruang guru yang sedang direhab dengan cara memanjat.

Dia mengambil peralatan berupa salon aktif dan proyektor. Setelah itu, salon aktif dia jual kepada seseorang dengan harga Rp 100 ribu. Sementara proyektor dia jual kepada seorang warga Semboro dengan harga Rp 1 juta.

Kasus ini terungkap setelah seorang guru di Ponpes tersebut masuk ke ruangan. Mengetahui ada barang yang hilang, guru ini memberitahu pengasuh Ponpes Addimyati. Selanjutnya, kasus itu dilaporkan ke polisi hingga akhirnya tersangka berhasil ditangkap.

Kapolsek Jenggawah AKP Makruf melalui Kanit Reskrim Aiptu Akhmad Rinto, membenarkan penangkapan itu. Menurutnya, kejadian itu mengakibatkan Ponpes merugi sekitar Rp 5,5 juta. “Untuk kasusnya masih kami dalami. Termasuk apakah ada keterlibatan orang lain dalam kasus ini juga kita kembangkan,” ungkap Rinto. (*)

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca