Belasan Tahun Bikin Hidup Bugar Selalu

KEBERSAMAAN: Anggota Sanggar Senam Putri Jember berpose dengan latar belakang mural di ruang redaksi Jawa Pos Radar Jember.

RADARJEMBER.IDSanggar senam di Jember mulai bergeliat. Ini tanda warga Jember semakin peduli terhadap kebugaran. Termasuk Sanggar senam putri Jember yang telah 15 tahun mengajak putri-putri Jember untuk memahami dan pentingnya senam sebagai hidup sehat.

IKLAN

Mengenakan busana hitam dan kombinasi merah muda, para ibu-ibu ini begitu energik menghentak Kantor Jawa Pos Radar Jember. Walau sedang puasa, rasanya tidak mengurangi semangat. Bahkan, mereka bergerak tanpa lemas mengikuti gerakan senam. “Tambah lagi, tambah lagi,” ucap para anggota Sanggar senam putri Jember saat sesi senam telah usai.

Jam mulai mendekati pukul 17.00, namun mereka tetap semangat tetapi merubah gaya senamnya. Tidak nge-beat keras, tidak cepat tapi tetap energik dan lebih slow. Gerakan slow itu, selalu dipakai dalam penutupan senam kelompok ini. “Ini gerakan pendinginan,” kata Nur Jannah, instruktur sekaligus pendiri Sanggar senam putri Jember.

Nur Jannah menuturkan pihaknya selalu mengajak perempuan Jember hidup sehat dengan selalu mengerakan badan. Lewat senam itulah membuat badan bugar dan sehat akan didapat. Berbicara senam di Jember, dirinya awalnya buta peta senam di Kota Suwar-Suwar ini. Dirinya lama merantau ke Pekanbaru. “Setelah menikah baru merantau ke Pekanbaru ikut suami. Pada waktu itu juga belum kenal dunia senam,” imbuhnya.

Di Sumatra, dia mulai menimba ilmu senam hingga mendapatkan sertfikat. Pada suatu titik, dia harus kembali ke Jember untuk merawat orang tuanya yang sudah tua. Punya keahlian senam, Nur Jannah mencoba untuk membuka sanggar senam. Sayang, awal berdiri Juli 2004, tidak semulus yang dia harapkan. Peminatnya sedikit, hanya tetangga sekitar rumahnya di Jalan Basuki Rahmat.

“Awal kali berdiri yang member hanya lima orang saja. Itupun tetangga saja,” imbuhnya. Selain itu, belum banyak sanggar senam seperti sekarang. Masyarakat juga masih angin-anginan ikut dan persepsi senam itu masih berada di lapangan terbuka seperti alun-alun. Lima belas tahun berdiri, kini sanggar ini masih eksis. Kejuaraan demi kejuaraan lomba senam pernah diraihnya.

Cita-cita Nur Jannah, hanya satu saja yakni masyarakat hidup sehat dengan kebiasaan olahraga, khususnya perempuan. Berdiri belasan tahun di Jember, sanggar senam ini juga ada kegiatan sosial. “Kegiatan sosial kami itu saat bulan puasa. Biasanya kami membagikan takjil dan makanan ke sebuah jalan menuju perdesaan atau masyarkat kurang mampu,” pungkasnya.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Rangga Mahardika