Jember Ekonomi Kreatif (Jeka), Berkarib Sambil Berbisnis

SWADAYA SENDIRI: Semua aksi sosial Komunitas Jeka dilakukan dengan menjaling kerja sama dengan badan atau instansi yang bergerak pada lingkup social, urusan pendanaan di-support secara mandiri.

Bisnis Ok, Sosial Ok

IKLAN

TAK hanya berbisnis, Jeka juga juga aktif di berbagai kegiatan sosial. Menurut Heri Purnomo, ketua Jeka, di komunitas sendiri ada beberapa devisi. Mulai dari divisi bidang Keagamaan Gerakan Memakmurkan Masjid (Gemas), Galang Bantuan untuk korban bencananya alam dan lain-lain.

Semua itu dilakukannya dengan menjaling kerja sama dengan badan atau instansi yang bergerak pada lingkup sosial. “Urusan pendanaan kita di support secara mandiri, atau talangan lah,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Heri menambahkan ada pula kegiatan sosial yang bersentuhan dengan siswa atau santri. Seperti kegiatan Santri Kreatif Mandiri (Skema). Yaitu dengan mengundang anak-anak pesantren untuk dilatih selama beberapa hari sesuai dengan keinginan usaha mereka, lalu diberikan pendampingan untuk terjun ke dunia bisnis. “Itu semua gratis, pematerinya juga gratis. Karena biaya konsumsi dan lain-lain berasal dari patungan para anggota jeka,” katanya.

Tak hanya santri, penyandang disabilitas pun tak luput dari bidikan Jeka. Bahkan, agenda pembinaan  kepada disabilitas sudah berjalan ketiga kalinya. Pelatihan yang diberikan antara lain, seperti elektro, menjahit dan bordir.

Tantangannya yang dihadapi oleh Jeka adalah kesulitan untuk menggerakkan anggotanya. Karena selama ini mereka banyak dininabobokkan oleh fasilitas pemerintah. Sedangkan fasilitas untuk pengembangan bagi pelaku bisnis sepertinya, sangat jarang digelar.

Selain sosial, dia juga aktif di berbagai event. Mulai dari yang daerah hingga mancanegara. Hartono, salah satu anggota Jeka menuturkan, dalam Jeka, ada divisi khusus untuk tampil dalam ajang atau pameran.

Dia menceritakan, kalau beberapa anggota Jeka ada yang sudah mengikuti pameran mulai ke Surabaya di event Jatim Fear, JCC di Jakarta. Hingga mancanegara seperti Malaysia dan Belanda. “Ruang itu tergantung kita mau mengaksesnya atau tidak. Makanya setiap lomba dan event itu pasti kita ikuti,” terangnya.

Reporter : Maulana

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono