Saling Silaturrahmi Demi Kebersamaan

RADARJEMBER.ID – Lahirnya Forum Sastra Jember pada bulan puasa kemarin, membuat sejumlah sastrawan semakin bersemangat. Mereka optimistis, dunia sastra di Jember akan hidup di tengah masyarakat. Sebab, berkembanganya sastra juga tak akan lepas dari kehidupan banyak orang.

IKLAN

Barlean Aji mengatakan, lahirnya forum bukan berarti membatasi pelaku dan pecinta sastra untuk terus berkarya. Para sastrawan yang sudah bermain perorangan, bersama komunitas, atau wadah apapun, tetap didukung untuk mengembangkan bakatnya. Forum ini, menurut dia, juga tidak mewajibkan sastrawan harus bergabung.

Namun demikian, dengan lahirnya forum ini, diharapkan sesama komunitas sastra saling bersilaturrahmi satu dengan yang lain. “Bersatu tidak harus bersama. Tetapi bersatu agar sastrawan di Jember tidak terkotak-kotak,” jelasnya.

Untuk itu, dia dan para sastrawan lain yang sudah bergabung mengagendakan silaturrahmi secara rutin. Hal itu bukan untuk memaksa komunitas harus bergabung, tapi untuk saling belajar dan tukar pengalaman. “Kalau bergabung akan lebih baik, sehingga ke depan dunia sastra di Jember benar-benar menjadi satu,” paparnya.

EKSPRESIF: Agustina anggota UKM Kesenian Wisma Kita Fisip Jember tampil halaman Radar Jember.

Demi mengembangkan dunia sastra, kata dia, kepentingan pribadi harus dikesampingkan. Apalagi, organisasi ini juga jauh dari kepentingan politik yang dapat memecah kebersamaan sastrawan. “Para sastrawan tetap pada posisinya. Kalau kebijakan pemerintah baik, tentu didukung. Kalau ada yang kami rasa menyimpang, bisa kami kritik melalui sastra,” tegasnya.

Agenda forum tersebut menurut Barlean Aji dan Ebhi Yunus, punggawa Forum Sastra Jember lainnya, juga tak jauh berbeda dengan apa yang berjalan selama ini. Misalnya saja, tadarus puisi yang dilakukan sebulan sekali. Kegiatan rutin itu akan tetap dilakukan. Selain itu, pada momen-momen tertentu juga akan tampil. “Itu bagian dari silaturrahmi dan kebersamaan kami,” kata Barlean Aji.

Sementara itu, menurut Agustina, salah seorang mahasiswa yang bergabung dengan komintas ini menyebut, dirinya senang dengan adanya silaturrahmi yang dilakukan para sastrawan. Menurutnya, hal itu akan menambah pengalaman dan mendukung tumbuh kembang bakat sastra. Meskipun dari UKM Kesenian Wisma Kita di Universitas Jember, tapi dia meyakini jika dirinya akan bisa lebih matang dengan melihat penampilan sastra dari komunitas lain.

Hal senada juga disampaikan Aura Leilashafa Dibhan yang juga penyuka sastra. Menurutnya, dengan sering berkumpul dan menyaksikan penampilan teman-teman lain akan menambah pengalaman. “Saya suka dan senang. Kalau melihat penampilan seseorang pasti akan dapat pelajaran penting,” tuturnya.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih