TEGAL BESAR, Radar Jember - Memasuki awal Ramadan, perubahan pola makan dan jam istirahat kerap membuat tubuh perlu waktu untuk beradaptasi. Tidak sedikit orang yang mengeluhkan gangguan pencernaan pada pekan pertama puasa.
Mulai dari perut kembung, maag, hingga nyeri lambung. Kondisi ini umumnya dipicu pola makan yang belum teratur dan kurangnya persiapan sebelum memasuki bulan puasa.
Dokter Umum Puskesmas Kaliwates, dr Dewangga Yudhistira, mengingatkan, pentingnya persiapan fisik agar puasa tetap berjalan sehat.
Ia menyarankan masyarakat mulai memperhatikan asupan gizi sejak awal Ramadan dengan memilih makanan yang sehat dan seimbang.
“Sekarang sebaiknya mulai mempersiapkan diri dengan makan dan minum yang sehat. Siapkan juga vitamin, bisa vitamin B kompleks, A, C, dan E,” ujarnya.
Menurutnya, kunci utama selama berpuasa adalah menjaga keteraturan waktu makan. Saat puasa, tubuh hanya mendapat asupan utama ketika sahur dan berbuka.
Jika salah satu dilewatkan, terutama sahur, maka risiko gangguan lambung akan meningkat.
Pola seperti ini juga dapat memicu keluhan seperti maag kambuh atau rasa tidak nyaman di perut.
“Kebiasaan makan yang tidak teratur, baik dari sisi jam maupun menu, bisa memicu gangguan pencernaan. Bahkan ada juga yang tidak sahur dan hanya berbuka saja,” jelasnya.
Selain keteraturan waktu, jenis makanan juga berpengaruh besar terhadap kesehatan pencernaan. Konsumsi makanan terlalu pedas, asam, atau berlemak saat berbuka dapat memperberat kerja lambung yang seharian kosong.
“Salah satunya bisa menyebabkan sakit lambung. Tentu itu akan mengurangi kualitas hidup selama menjalani puasa,” katanya.
Karena itu, Dewangga menganjurkan masyarakat untuk tidak melewatkan sahur, memperbanyak makanan berserat dan berprotein, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh di antara waktu berbuka hingga sahur.
Dengan pola makan yang lebih teratur dan asupan nutrisi yang tepat, tubuh akan lebih mudah beradaptasi sehingga puasa dapat dijalani dengan nyaman dan tetap produktif. (kin/dwi)
Editor : M. Ainul Budi