Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gus Fawait: Kemiskinan Ekstrem Jadi Pemicu Utama Tingginya Stunting, AKI dan AKB di Jember

Maulana RJ • Senin, 9 Februari 2026 | 20:26 WIB

Bupati Fawait saat bertemu dengan sejumlah ibu-ibu di Puskesmas Arjasa, saat melangsungkan giat Bunga Desaku Arjasa. (Maulana/JPRJ)
Bupati Fawait saat bertemu dengan sejumlah ibu-ibu di Puskesmas Arjasa, saat melangsungkan giat Bunga Desaku Arjasa. (Maulana/JPRJ)

ARJASA, Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan bahwa tingginya angka stunting serta Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jember merupakan dampak nyata dari jeratan kemiskinan yang mengakar sejak satu dekade terakhir.

Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa kemiskinan absolut Jember menduduki peringkat kedua tertinggi di Jawa Timur, bahkan untuk kategori kemiskinan ekstrem menjadi yang tertinggi di provinsi ini.

"Kemiskinan yang tinggi ini mengakibatkan banyak masalah. Saya berkeyakinan, mayoritas anak-anak kita yang stunting pasti orang tuanya secara ekonomi kurang baik-baik saja," kata Gus Fawait, sapaan akrabnya, saat kesempatan menyampaikan keterangan secara terbuka, di pendapa Wahyawibawagraha Jember (31/01/2026).

Baca Juga: Prabowo Klaim Program MBG Telah Serap 1 Juta Tenaga Kerja dan Jangkau 60 Juta Rakyat

Menurutnya, krisis kesehatan ini tidak bisa diselesaikan dengan langkah biasa atau hanya mengandalkan satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja.

Guna merespons kondisi darurat ini, Pemkab Jember resmi membentuk Satgas Pengentasan Kemiskinan dan Suksesi Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Gus Fawait mengemukakan, Satgas ini menjadi ujung tombak kolaborasi antara Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. 

Kepala Dinas Kesehatan ditunjuk sebagai Ketua Harian untuk memastikan 1.200 tenaga kesehatan (nakes) yang telah diterjunkan ke desa-desa bekerja secara efektif menekan angka stunting, AKI, dan AKB langsung dari akarnya.

Langkah konkret ini akan diperkuat dengan peluncuran program Home Care pada 14 Februari 2026. Program ini dirancang agar nakes mendatangi langsung rumah-rumah lansia dan disabilitas, memastikan layanan kesehatan menjangkau mereka yang paling rentan secara ekonomi.

Lebih lanjut, Gus Fawait juga melihat peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Dengan Jember sebagai titik dapur MBG terbanyak, diperkirakan akan ada perputaran uang mencapai Rp4 triliun per tahun.

"Ini anugerah. Jika semua dapur MBG menggunakan produk asli Jember, ini bukan hanya soal makan siang, tapi tentang mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan secara sistematis," tambah dia. (mau)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #aki-akb #Kemiskinan Ekstrem #krisis kesehatan #Perekonomian #kemiskinan jember #stunting jember #Gus Fawait