RADAR JEMBER - Kopi sudah menjadi minuman andalan banyak orang ketika harus begadang, entah untuk menyelesaikan pekerjaan, belajar hingga larut malam, atau sekadar menahan kantuk saat perjalanan jauh.
Efeknya yang membuat tubuh tetap segar tidak lepas dari kandungan kafein di dalamnya.
Kafein adalah zat stimulan yang bekerja sebagai adenosine receptor antagonist.
Dalam tubuh, adenosine adalah senyawa yang bertugas memberi sinyal rasa kantuk.
Ketika kafein masuk ke tubuh, ia menghambat reseptor adenosine, sehingga sinyal kantuk tidak diterima dan Anda tetap terjaga meskipun sudah tengah malam.
Efek kafein bisa mulai dirasakan hanya beberapa menit setelah diminum.
Zat ini masuk melalui lambung dan usus halus, kemudian mencapai puncaknya di aliran darah dalam 30–60 menit.
Separuh dari kafein dapat bertahan selama 3–5 jam, sementara sisanya bisa menetap di tubuh hingga 8–14 jam. Inilah sebabnya banyak orang kesulitan tidur di malam hari meskipun hanya minum kopi beberapa jam sebelumnya.
Kadar kafein dalam setiap cangkir kopi tidaklah sama.
Perbedaan ini dipengaruhi oleh jenis biji kopi, proses pemanggangan, hingga cara penyajiannya.
Meski demikian, konsumsi tiga cangkir kopi per hari atau sekitar 250 mg kafein umumnya masih aman bagi kebanyakan orang. Batas konsumsi yang disarankan berada pada kisaran 300–400 mg kafein per hari atau sekitar 3–4 cangkir kopi.
Menariknya, kafein juga memengaruhi ritme sirkadian jam biologis tubuh yang mengatur kapan kita harus tidur dan bangun.
Ketika ritme ini terganggu, tubuh menjadi lebih sulit merasakan kantuk pada waktu normal.
Hal ini membuat kopi semakin efektif sebagai teman lembur atau begadang.
Namun, penting untuk memahami bahwa kafein pada kopi bisa menyebabkan kecanduan. Kecanduan ini bersifat kimiawi dan berkaitan dengan ketergantungan fisik maupun psikologis terhadap kafein.
Gejalanya bisa berupa sakit kepala, mudah marah, sulit konsentrasi, atau rasa lelah berlebihan ketika tidak mengonsumsi kopi.
Meski begitu, jika dikonsumsi dalam batas wajar, kafein umumnya tidak menimbulkan kecanduan dan tetap aman untuk dinikmati sehari-hari.
Walau kopi menjadi teman setia begadang, tetap perlu bijak dalam mengonsumsinya.
Minum kopi secara berlebihan dapat menyebabkan kecemasan, gangguan tidur, nyeri lambung, peningkatan tekanan darah, hingga memengaruhi kesehatan jantung dan tulang.
Dengan konsumsi yang terukur, kopi tetap bisa menjadi sahabat terbaik untuk membantu fokus dan menjaga kewaspadaan tanpa menimbulkan risiko yang berarti.
Penulis: Agil Prasetyo
Editor : M. Ainul Budi