JEMBER, Radar Jember -
Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terus memperkuat perannya dalam pendidikan non-formal.
Salah satunya lewat kegiatan edukasi gizi seimbang yang dipaparkan oleh Dr. Kukuh Munandar, M.Kes., dosen Prodi Pendidikan Biologi sekaligus anggota pelaksana PKM.
Edukasi ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya orang tua siswa maupun siswa tentang pentingnya menjaga pola makan sehat.
Program pertama berupa edukasi gizi seimbang dilaksanakan pada 12 Juli 2025 di lingkungan TKIT Nurul Jannah.
Sasaran kegiatan ini adalah para orang tua siswa, dengan materi utama mengenai pentingnya gizi seimbang, penerapan Isi Piringku, serta strategi sederhana untuk membiasakan anak mengonsumsi makanan sehat.
pemahaman orang tua tentang gizi akan berdampak langsung pada tumbuh kembang anak usia dini, termasuk kesiapan fisik dan mental mereka dalam menghadapi proses pembelajaran.
Tim pengabdian terdiri dari para dosen lintas program studi di Unmuh Jember, yakni Dr. Wahju Dyah Laksmi Wardhani, M.Pd. sebagai ketua pelaksana program( Prodi PG PAUD).
Ahmad Sulaiman, M.Pd. (Prodi Pendidikan Jasmani), dan Dr. Kukuh Munandar, M.Kes. (Prodi Pendidikan Biologi).
Kolaborasi lintas disiplin ini diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih holistik kepada orang tua dan siswa.
Menurut Dr. Kukuh, gizi seimbang bukan hanya tentang makan secukupnya, melainkan keseimbangan antara kebutuhan kalori, makronutrien (karbohidrat, protein, lemak), serta mikronutrien (vitamin dan mineral).
“Tidak jarang kami temukan orang tua terkadang mengabaikan pola makan anak karena berbagai faktor. Padahal, kekurangan gizi bisa menurunkan konsentrasi, daya tahan tubuh, hingga berpengaruh pada prestasi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, anak sebagai usia produktif menghadapi tantangan besar dalam menjaga asupan gizi.
Dalam program PKM, Dr. Kukuh dan tim tidak hanya memberi teori, melainkan juga praktik penyusunan menu sehat berbasis bahan lokal.
Peserta diajak merancang menu harian sederhana yang kaya nutrisi, lalu menerapkannya dalam keseharian.
“Kami ingin para para siswa dan orang tua membuktikan sendiri, bahwa dengan bahan yang mudah dan murah, mereka bisa tetap makan sehat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Kukuh menekankan keterkaitan gizi seimbang dengan kesehatan mental.
Pola makan yang tepat dapat mendukung produksi hormon dan neurotransmitter yang berperan dalam pengendalian stres.
Kegiatan edukasi ini juga diperluas ke masyarakat sekitar kampus, termasuk posyandu dan sekolah dasar.
Tujuannya agar prinsip gizi seimbang tidak hanya diterapkan di beberapa kalangan saja, tetapi juga memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat umum.
“Harapannya, edukasi ini menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat” ucapnya.
Meski begitu, ia mengakui masih ada kendala terutama dari sisi ekonomi.
Beberapa orang tua terkadang merasa sulit membeli bahan pangan bergizi karena harganya relatif mahal.
“Itulah sebabnya kami memperkenalkan alternatif bahan lokal, supaya tetap terjangkau tapi gizinya tetap optimal,” jelasnya.
Selain itu, tim juga merancang program pendampingan latihan berenang yang diperuntukkan bagi siswa-siswi TKIT Nurul Jannah.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung sebanyak 16 kali pertemuan, dimulai pada 8 Agustus 2025.
Latihan berenang tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan motorik dasar anak, tetapi juga menanamkan keberanian, disiplin, serta pola hidup sehat sejak usia dini.
Sebagai penutup, Dr. Kukuh berharap hasil edukasi gizi seimbang ini bisa menjadi gaya hidup berkelanjutan.
“Kalau masyarakat umum khususnya orang tua mau konsisten menerapkan pola makan sehat, kualitas hidup mereka akan meningkat, baik fisik maupun mental. Dan itu akan berdampak positif pada produktivitas sehari-hari,” ucapnya.
Sebagai informasi, Program PKM ini mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) tahun 2025.
Dengan adanya kegiatan ini, pihak sekolah dan tim pengabdian berharap dapat meningkatkan kesadaran gizi serta keterampilan olahraga dasar anak, sehingga menjadi pondasi kuat bagi lahirnya generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan.(faq)
Editor : M. Ainul Budi