KRANJINGAN, Radar Jember – Telinga tersumbat hingga merasakan berdengung saat menuju daerah ketinggian atau sebaliknya adalah hal wajar.
Kondisi itu penyebabnya adalah perbedaan tekanan udara yang ada di sekitar tubuh.
Biasanya akan kembali normal secara otomatis dalam beberapa waktu.
Perbedaan tekanan udara bisa berdampak pada telinga. Sebab, selain berfungsi sebagai alat pendengaran, organ tersebut juga berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh.
Karena itu, tidak salah bila telinga mendapatkan tekanan udara berlebihan, maka tubuh akan merasakan mual hingga pusing.
Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) RS Unmuh Jember, dr Bambang Indra, menjelaskan, telinga tersumbat hingga berdengung akibat perbedaan tekanan udara yang tiba-tiba dapat diatasi dengan gerakan menelan ludah. Termasuk telinga brebeg ketika bangun tidur, juga bisa diatasi dengan tindakan yang sama.
Pria yang menjabat sebagai Direktur RS Unmuh Jember ini juga menjelaskan, ada saluran tubuh yang menghubungkan hidung dengan telinga.
Saluran tersebut dapat membuka dan menutup, bersamaan dengan gerakan menelan yang dilakukan.
Maka, saluran itu terbuka dan tekanan udara yang ada dalam telinga dan luar telinga menjadi sama.
“Sehingga yang sebelumnya ada perbedaan tekanan, menjadi sama,” terangnya.
Dia menambahkan, persoalan tekanan udara tidak begitu berarti pada telinga.
Masalah pada organ tubuh tersebut dapat disebabkan oleh empat hal.
Yakni sumbatan akibat kotoran yang menumpuk, kebisingan, infeksi, dan trauma akibat benturan keras.
“Kebisingan itu bisa jadi gangguan permanen. Salah satunya disebabkan oleh pemakaian handphone hingga headset berlebihan,” tuturnya.
Sementara, gangguan pendengaran akibat infeksi relatif masih dapat diobati, termasuk dengan tindakan operasi.
Meski demikian, jika terus dibiarkan, gangguan pendengaran akibat infeksi dapat merusak telinga.
Infeksi pada organ tersebut dapat ditandai dengan keluarnya cairan pada telinga. (ham/c2/dwi)
Editor : Radar Digital