PATRANG, Radar Jember – Musim pancaroba seperti ada kecenderungan terjadi peningkatan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). ISPA bisa disebabkan oleh kualitas udara yang memburuk.
Direktur RS Paru Jember Sigit Kusumajati mengatakan, ISPA merupakan penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan atas maupun bawah. Penyakit itu bisa menyerang segala umur, mulai dari anak di bawah satu tahun hingga dewasa. Penyakit ISPA dapat menimbulkan berbagai gejala seperti batuk, pilek, demam, dan sakit kepala. Jangan diremehkan, penyakit ISPA sangat mudah menular kepada siapa saja. Terutama mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah.
Dia menjelaskan bahwa udara yang baik untuk kesehatan adalah udara yang bersih atau bebas dari berbagai kandungan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh manusia. “Contohnya partikel padat seperti debu serta gas seperti karbon monoksida dan karbon dioksida,” tuturnya.
Sigit juga menjelaskan, udara yang bersih dan baik untuk kesehatan memiliki ciri-ciri tidak berwarna. Jika udara memiliki warna, baik abu-abu, hitam, putih, atau warna lain, maka dipastikan udara tersebut sudah tercemar dan tidak baik untuk dihirup.
Ciri yang kedua yakni tidak berbau. Udara yang bersih tidak mempunyai bau sama sekali karena tidak tercampur dengan senyawa lain. Ciri yang ketiga, tidak tercampur dengan benda asing. “Jika saat kita menghirup udara masih bisa merasakan ada sesuatu yang gatal pada hidung, maka udara tersebut mempunyai kandungan benda padat seperti debu. Udara yang bersih akan terasa segar ketika kita hirup,” pungkasnya. (cad/c2/dwi)
Mereka yang Berpotensi Terkena ISPA
- Anak di bawah 1 tahun.
- Anak dengan penyakit bawaan seperti jantung dan paru-paru.
- Anak dengan kondisi yang lemah.
- Orang dewasa yang mengidap penyakit asma, paru, dan gagal jantung.
- Perokok aktif.