BACA JUGA : Keren! Atlet Panahan Mahasiswa UIN KHAS Borong 3 Medali Emas untuk Jember
Ahli gizi RSD dr Soebandi Jember, Anis Nurlaili, menyebut, kandungan buah yang dijadikan jus bisa sama manfaatnya dengan buah asli. Caranya, ampas buah pada jus tidak boleh dibuang saat pengolahannya. “Ampas yang banyak terbuang menjadikan jus kehilangan serat dari buah, sehingga manfaatnya menjadi kurang,” ujarnya.
Beberapa jenis buah mengandung serat yang baik bagi tubuh. Serat pada buah dapat membantu menjaga kesehatan dan kelancaran sistem pencernaan. Selain tinggi serat, beberapa buah juga kaya akan vitamin.
Jus buah akan tetap kaya vitamin dan serat apabila proses pembuatan buah menjadi minuman sehat dilakukan secara tepat. “Penyaringan ampas buah setelah menjadi jus dapat menghilangkan manfaat buah tersebut,” jelasnya.
Anis menambahkan suhu dingin pada jus buah tidak mengurangi manfaatnya. Untuk buah tertentu yang mengandung vitamin C di dalamnya, justru tidak boleh melalui proses pemanasan. Itu akan merusak kandungan vitaminnya.
Selain pengolahan, penggunaan bahan tambahan seperti pemanis juga perlu diperhatikan. Madu sangat disarankan ahli gizi untuk menjadi pemanis, karena kandungan pada madu sebagai penambah protein dan pangan fungsional.
Anis juga menambahkan, jika untuk kebutuhan lain seperti diet, buah-buahan lebih baik dikonsumsi segar. "Bila tidak untuk kebutuhan diet bisa menambahkan kalori dari pemanis," katanya. Sementara, bagi penderita penyakit tertentu jus buah sangat tidak direkomendasikan. Salah satunya bagi orang yang memiliki gejala pendarahan pada lambung, hanya diperbolehkan mengonsumsi sari buah. "Pasien yang memiliki hiperkalemia juga tidak diperbolehkan," ucapnya. (mg1/c2/nur) Editor : Safitri