BACA JUGA : Muhammad Soleh Awalnya Pelaut, Kini Fokus Membantu Orang Sakit
Dokter spesialis anak RS Citra Husada, dr Ririn Esterina SpA CIMI, mengatakan, pijatan bayi bisa dimulai dari kaki, kemudian perut, dada, tangan, wajah, dan punggung. Kenapa harus dimulai dari kaki? Sebab, bagian kaki adalah bagian tubuh yang paling sering mendapatkan rangsangan. Karena itu, dinilai kurang sensitif dibanding bagian tubuh lain. “Sehingga paling bagus untuk memulai pijatan,” ujarnya
Saat akan dilakukan pijat bayi, jangan lupa memperhatikan beberapa hal persiapannya. Pertama, kenyamanan, keamanan, tempat untuk ibu dan bayi. Selain itu, uasana tenang dan lampu yang tidak boleh menyala terlalu terang di atas kepala bayi. Kedua, pentingnya hati yang tenang bagi ibu dan bayi.
Ketiga, pijat bayi bisa dilakukan pada pagi, siang, ataupun malam. Selama kurang lebih 15 menit. Keempat, siapkan handuk, baju ganti, popok, dan minyak untuk memijat. Pemilihan minyak yang baik untuk pijat bayi sendiri adalah minyak yang tidak beraroma. “Minyak yang dapat digunakan untuk pijat bayi adalah minyak sayur, minyak kelapa, hingga minyak dari bunga matahari,” jelasnya.
Meskipun pijat bayi mempunyai banyak manfaat, melakukannya memerlukan kehati-hatian dan pemahaman mengenai bagian tubuh yang dipijat. Untuk itu, penting bagi para ibu mencari informasi dan belajar pijat bayi yang tepat kepada ahlinya. “Bagian ubun-ubun bayi tidak boleh dipijat. Risiko terjadi perdarahan otak dan perlu diingat, ubun-ubun besar baru menutup saat bayi usia 19 bulan,” jelasnya.
Bagian perut, kata dia, menjadi hal yang penting untuk diketahui dalam pemijatan bayi. Artinya, tidak boleh asal. Saat memijat bagian perut memakai gerakan searah jarum jam. Ada juga gerakan matahari bulan, dan gerakan “i love you”.
Untuk gerakan matahari bulan, kata dia, setengah lingkaran dan harus dari kanan ke kiri, tidak boleh dibalik. Sebab, pergerakan pencernaan pada usus terjadi dari kanan ke kiri, bukan sebaliknya. “Untuk gerakan i love you, gerakan pijat yang mengikuti alur kolon mendorong kotoran ke anus,” terangnya.
Pijatan perut dengan gerakan yang salah dan penekanan berlebihan bisa menyebabkan terjadinya ileus atau penyumbatan usus akibat perlengketan. Penyumbatan usus bisa menyebabkan kematian jaringan usus, karena memotong suplai darah ke sebagian usus. Selain itu, menyebabkan perforasi atau lubang di dinding usus dan itu menyebabkan kematian. “Untuk itu, jangan melakukan pijat bayi tanpa mendapatkan informasi dan belajar pada ahli yang sudah terdaftar, tersertifikasi secara resmi,” pungkasnya. (mg3/c2/dwi) Editor : Safitri