PATRANG, RADARJEMBER.ID – Mendung mendadak menyelimuti kawasan Kelurahan/Kecamatan Patrang, kemarin (29/7) sore. Bak sebuah pertanda, panas terik matahari itu sesekali tak tampak lantaran tertutup awan. Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto, Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman, beserta jajarannya dan sejumlah tenaga kesehatan RSD dr Soebandi mengambil posisi untuk segera menyalati salah seorang tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal.

Lantang suara Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman saat menjadi imam. Empat kali takbir itu diakhiri dengan doa. Sementara itu, isak tangis pria yang akrab disapa Gus Firjaun tersebut tak terbendung saat dirinya membacakan doa. “Mari kita yakini, beliau mati syahid karena berjuang demi kemaslahatan umat,” ujarnya kepada salah seorang keluarga korban dan kepada seluruh jamaah salat jenazah.

Ya, nakes kembali menjadi korban pandemi yang tak kunjung musnah di Jember. “Pada hari ini (kemarin, Red), kita semua telah kehilangan salah seorang saudara,” ujar Bupati Jember Hendy Siswanto. Yakni, Ibu Suharini dan Umi. Menurut Hendy, keduanya merupakan pejuang dalam membantu saudara-saudara yang lain saat dilanda pandemi Covid-19.

Seusai menyalati kedua jenazah itu, Hendy menuturkan bahwa panggilan pekerjaan, khususnya para nakes, bukan sekadar tugas. Atau hanya menuntut hak berdasar profesionalisme pekerjaan. “Namun, merupakan panggilan kemanusiaan,” tegasnya. Jika profesi di bidang kesehatan hanya diukur dari itu, yang ada hanyalah rasa lelah.

Kepada sejumlah dokter, perawat, bidan, dan seluruh petugas, Hendy mengajak untuk mendoakan kedua nakes yang meninggal itu. Lalu, untuk petugas di RSD dr Soebandi dan di rumah sakit lain supaya menjadikan peristiwa tersebut sebagai suatu motivasi. “Bahwa kita harus tetap bersemangat dalam membantu saudara kita yang sedang sakit,” pungkasnya.

Dia menambahkan bahwa siapa pun tidak perlu takut sekaligus tak boleh terlalu berani untuk menyelamatkan sesama. Namun, lanjutnya, semoga kesungguhan kita bisa menjadi kesembuhan bagi orang lain.

Lebih lanjut, Hendy mengajak seluruh orang yang hadir untuk senantiasa berdoa demi kesehatan diri sendiri dan orang lain. “Jika kita sungguh-sungguh, insyaallah Gusti Allah membantu kita,” terangnya.