alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Masih Didominasi Zona Kuning

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kurang dari dua pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Jember masih belum 100 persen bebas korona. Di beberapa kecamatan kondisinya tampak sudah mulai membaik alias memasuki peralihan ke zona yang lebih aman. Namun, ada juga yang kembali memburuk alias memasuki zona oranye.

Berdasarkan pantauan, persebaran Covid-19 Kabupaten Jember terus bergerak. Data per 28 April yang dirilis Satgas Covid-19 Kabupaten Jember menunjukkan, sejumlah daerah mengalami perubahan zona warna. Plt Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember Habib Salim mengatakan, pergerakan warna zona itu disebabkan adanya kasus baru dan kematian karena Covid-19. “Ketika pasien itu sembuh dan tidak ada yang meninggal dunia, maka itu menjadi hijau,” bebernya.

Dirinya menjelaskan, berdasarkan peta sebaran warna, sedikitnya sudah enam kecamatan yang memasuki zona hijau atau zona tidak terdampak. Di antaranya Kecamatan Sumberjambe, Ledokombo, Mayang, Pakusari, Jelbuk, dan Kencong.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ada pula kecamatan yang sempat termasuk dalam zona hijau, namun berubah menjadi oranye kembali. Seperti Kecamatan Umbulsari, Jombang, dan Jenggawah. Hal itu disebabkan adanya kasus baru di sekitar wilayah tersebut.

“Jadi, naik turunnya itu, menjadi hijau itu jika selama empat pekan tidak ada kasus baru dan tidak ada yang meninggal,” jelas Habib. Namun, jika ada yang sampai meninggal, lanjutnya, maka zonanya juga bisa berganti menjadi oranye atau kuning.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kurang dari dua pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Jember masih belum 100 persen bebas korona. Di beberapa kecamatan kondisinya tampak sudah mulai membaik alias memasuki peralihan ke zona yang lebih aman. Namun, ada juga yang kembali memburuk alias memasuki zona oranye.

Berdasarkan pantauan, persebaran Covid-19 Kabupaten Jember terus bergerak. Data per 28 April yang dirilis Satgas Covid-19 Kabupaten Jember menunjukkan, sejumlah daerah mengalami perubahan zona warna. Plt Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember Habib Salim mengatakan, pergerakan warna zona itu disebabkan adanya kasus baru dan kematian karena Covid-19. “Ketika pasien itu sembuh dan tidak ada yang meninggal dunia, maka itu menjadi hijau,” bebernya.

Dirinya menjelaskan, berdasarkan peta sebaran warna, sedikitnya sudah enam kecamatan yang memasuki zona hijau atau zona tidak terdampak. Di antaranya Kecamatan Sumberjambe, Ledokombo, Mayang, Pakusari, Jelbuk, dan Kencong.

Ada pula kecamatan yang sempat termasuk dalam zona hijau, namun berubah menjadi oranye kembali. Seperti Kecamatan Umbulsari, Jombang, dan Jenggawah. Hal itu disebabkan adanya kasus baru di sekitar wilayah tersebut.

“Jadi, naik turunnya itu, menjadi hijau itu jika selama empat pekan tidak ada kasus baru dan tidak ada yang meninggal,” jelas Habib. Namun, jika ada yang sampai meninggal, lanjutnya, maka zonanya juga bisa berganti menjadi oranye atau kuning.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kurang dari dua pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Jember masih belum 100 persen bebas korona. Di beberapa kecamatan kondisinya tampak sudah mulai membaik alias memasuki peralihan ke zona yang lebih aman. Namun, ada juga yang kembali memburuk alias memasuki zona oranye.

Berdasarkan pantauan, persebaran Covid-19 Kabupaten Jember terus bergerak. Data per 28 April yang dirilis Satgas Covid-19 Kabupaten Jember menunjukkan, sejumlah daerah mengalami perubahan zona warna. Plt Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember Habib Salim mengatakan, pergerakan warna zona itu disebabkan adanya kasus baru dan kematian karena Covid-19. “Ketika pasien itu sembuh dan tidak ada yang meninggal dunia, maka itu menjadi hijau,” bebernya.

Dirinya menjelaskan, berdasarkan peta sebaran warna, sedikitnya sudah enam kecamatan yang memasuki zona hijau atau zona tidak terdampak. Di antaranya Kecamatan Sumberjambe, Ledokombo, Mayang, Pakusari, Jelbuk, dan Kencong.

Ada pula kecamatan yang sempat termasuk dalam zona hijau, namun berubah menjadi oranye kembali. Seperti Kecamatan Umbulsari, Jombang, dan Jenggawah. Hal itu disebabkan adanya kasus baru di sekitar wilayah tersebut.

“Jadi, naik turunnya itu, menjadi hijau itu jika selama empat pekan tidak ada kasus baru dan tidak ada yang meninggal,” jelas Habib. Namun, jika ada yang sampai meninggal, lanjutnya, maka zonanya juga bisa berganti menjadi oranye atau kuning.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/