alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Berbeda dari Razia Gepeng di Jember, Gepeng Malah Dilayani Begini…

Razia Gepeng Sekaligus Vaksinasi

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Suara sejumlah petugas satpol PP saat menertibkan pengemis di kawasan persimpangan Argopuro terdengar tegas, kemarin (28/9) siang. Sejumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) langsung diarahkan ke dalam kendaraan satpol PP. Tak kurang dari 24 gepeng langsung dibawa ke UPT Liposos di Kecamatan Kaliwates.

Ketua Koordinator Operasi Gepeng Gatot Triyono menjelaskan bahwa pihaknya telah membawa sebanyak 24 gepeng yang terciduk razia menuju UPT Liposos di Kecamatan Kaliwates. Total itu terdiri atas 22 orang dewasa dan 2 balita. Sementara itu, dari 22 orang dewasa, secara terperinci terdiri atas 13 laki-laki dan 9 perempuan.

Menurut dia, para gepeng tersebut yang biasa mangkal di sejumlah titik lampu merah seperti di SMPN 2 Jember, persimpangan RS Paru, persimpangan RSD dr Soebandi, sekitar kampus, dan persimpangan Argopuro. Gatot menyebutkan bahwa para gepeng itu terdiri atas gelandangan, pengemis, pengamen, anak jalanan, dan ODGJ.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Mereka dibawa ke Liposos untuk di­-swab dan diberi vaksin,” papar pria yang menjabat sebagai Sekretaris Satpol PP Kabupaten Jember tersebut. Sementara itu, bagi yang kedapatan tak memiliki KTP, langsung dilaksanakan perekaman.

Menurut Gatot, upaya yang dilakukan beberapa OPD yang terdiri atas Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil itu dilakukan sebagai upaya percepatan vaksinasi di Kabupaten Jember. Lebih lanjut, berdasarkan hasil tes swab antigen, Gatot menambahkan bahwa tak ada satu pun gepeng yang terindikasi positif Covid-19.

- Advertisement -

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Suara sejumlah petugas satpol PP saat menertibkan pengemis di kawasan persimpangan Argopuro terdengar tegas, kemarin (28/9) siang. Sejumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) langsung diarahkan ke dalam kendaraan satpol PP. Tak kurang dari 24 gepeng langsung dibawa ke UPT Liposos di Kecamatan Kaliwates.

Ketua Koordinator Operasi Gepeng Gatot Triyono menjelaskan bahwa pihaknya telah membawa sebanyak 24 gepeng yang terciduk razia menuju UPT Liposos di Kecamatan Kaliwates. Total itu terdiri atas 22 orang dewasa dan 2 balita. Sementara itu, dari 22 orang dewasa, secara terperinci terdiri atas 13 laki-laki dan 9 perempuan.

Menurut dia, para gepeng tersebut yang biasa mangkal di sejumlah titik lampu merah seperti di SMPN 2 Jember, persimpangan RS Paru, persimpangan RSD dr Soebandi, sekitar kampus, dan persimpangan Argopuro. Gatot menyebutkan bahwa para gepeng itu terdiri atas gelandangan, pengemis, pengamen, anak jalanan, dan ODGJ.

“Mereka dibawa ke Liposos untuk di­-swab dan diberi vaksin,” papar pria yang menjabat sebagai Sekretaris Satpol PP Kabupaten Jember tersebut. Sementara itu, bagi yang kedapatan tak memiliki KTP, langsung dilaksanakan perekaman.

Menurut Gatot, upaya yang dilakukan beberapa OPD yang terdiri atas Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil itu dilakukan sebagai upaya percepatan vaksinasi di Kabupaten Jember. Lebih lanjut, berdasarkan hasil tes swab antigen, Gatot menambahkan bahwa tak ada satu pun gepeng yang terindikasi positif Covid-19.

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Suara sejumlah petugas satpol PP saat menertibkan pengemis di kawasan persimpangan Argopuro terdengar tegas, kemarin (28/9) siang. Sejumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) langsung diarahkan ke dalam kendaraan satpol PP. Tak kurang dari 24 gepeng langsung dibawa ke UPT Liposos di Kecamatan Kaliwates.

Ketua Koordinator Operasi Gepeng Gatot Triyono menjelaskan bahwa pihaknya telah membawa sebanyak 24 gepeng yang terciduk razia menuju UPT Liposos di Kecamatan Kaliwates. Total itu terdiri atas 22 orang dewasa dan 2 balita. Sementara itu, dari 22 orang dewasa, secara terperinci terdiri atas 13 laki-laki dan 9 perempuan.

Menurut dia, para gepeng tersebut yang biasa mangkal di sejumlah titik lampu merah seperti di SMPN 2 Jember, persimpangan RS Paru, persimpangan RSD dr Soebandi, sekitar kampus, dan persimpangan Argopuro. Gatot menyebutkan bahwa para gepeng itu terdiri atas gelandangan, pengemis, pengamen, anak jalanan, dan ODGJ.

“Mereka dibawa ke Liposos untuk di­-swab dan diberi vaksin,” papar pria yang menjabat sebagai Sekretaris Satpol PP Kabupaten Jember tersebut. Sementara itu, bagi yang kedapatan tak memiliki KTP, langsung dilaksanakan perekaman.

Menurut Gatot, upaya yang dilakukan beberapa OPD yang terdiri atas Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil itu dilakukan sebagai upaya percepatan vaksinasi di Kabupaten Jember. Lebih lanjut, berdasarkan hasil tes swab antigen, Gatot menambahkan bahwa tak ada satu pun gepeng yang terindikasi positif Covid-19.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/