Seluruh Karyawan RSD dr Soebandi Jember, Dilatih Teknik Padamkan Api

HUMAS RSUD FOR RADAR JEMBER SERIUS: Karyawan RSD dr Soebandi Jember memperhatikan teknik penggunaan alat pemadam kebakaran oleh petugas.

RADARJEMBER.ID –  Salah satu komitmen RSD dr Soebandi mewujudkan pelayanan bermutu dan menjamin keselamatan pasien adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawannya. Oleh karena itu, beberapa pelatihan diadakan dan harus diikuti oleh seluruh karyawan, baik dari dokter, perawat, tenaga penunjang, tenaga administrasi, sekuriti, hingga petugas kebersihan.

IKLAN

Kemarin, RSD dr Soebandi mengadakan dua pelatihan sekaligus bagi karyawan. Yaitu pelatihan manajemen fasilitas dan keselamatan, serta pelatihan hak pasien dan keluarga. Pelatihan tersebut bertujuan agar seluruh karyawan, mulai dari frontliner, ruangan rawat inap, sampai petugas loket dapat melaksanakan semua kebijakan yang mendukung terwujudnya pelayanan yang bermutu dan berorientasi kepada keselamatan pasien. “Jadi, tidak hanya tugas beberapa unit yang membidanginya saja, melainkan tugas seluruh karyawan,” terang drg Arief Setyoargo SH MKes, Wakil Direktur Bidang Pendidikan dan SDM RSD dr Soebandi Jember.

Dalam pelatihan tersebut, RSD Soebandi mendatangkan narasumber yang ahli di bidangnya. Salah satu pemateri dalam pelatihan manajemen fasilitas dan keselamatan didatangkan dari dinas pemadam kebakaran. Seluruh karyawan diberi pengetahuan dan melakukan praktik secara langsung mengenai cara memadamkan api.

Praktik tidak hanya dilakukan untuk memadamkan api yang ringan, namun juga jika terjadi bencana kebakaran. Sehingga, seluruh karyawan diajarkan dan praktik langsung cara menggunakan hydrant. Selain itu, juga cara penggunaan alat-alat dan fasilitas kesehatan dengan aman menjadi materi yang sangat ditekankan untuk dipatuhi. “Karena sebagian besar alat yang dipergunakan bersumber dari listrik,” ujar Arief Setyargo.

Dalam pelatihan tentang hak pasien dan keluarga, materi yang disampaikan berhubungan dengan kebijakan yang dapat mewujudkan hak- hak pasien. Di antaranya, hak memperoleh informasi tentang tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit. Mereka juga memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien, memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi.

Selain itu, mereka memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional. Bahkan, mereka juga memperoleh pelayanan yang efektif dan efisien. Sehingga, pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi. “Mereka juga berhak mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan. Termasuk memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di rumah sakit,” imbuh Arief.

Bukan itu saja, kata Arief, mereka juga berhak meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang memiliki surat izin praktik, baik di dalam maupun di luar rumah sakit. Bahkan, mereka juga mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita, termasuk data-data medisnya. “Mendapatkan informasi meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, serta prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan, juga hak mereka,” jelasnya.

Menurut Arief, pasien bisa memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya. Mereka juga berhak didampingi keluarga dalam keadaan kritis, termasuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya, selama tidak mengganggu pasien lain. “Mereka juga memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di rumah sakit,” imbuhnya.

Selain itu, kata Arief, mereka berhak memberikan usul, saran, dan perbaikan perlakuan rumah sakit terhadap dirinya, menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya. Bahkan, lanjut dia, pasien bisa menggugat dan/atau menuntut rumah sakit, apabila rumah sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar, baik secara perdata maupun pidana. “Mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, juga hak pasien,” pungkasnya.

Reporter : Narto
Editor : M. Shodiq Syarif
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :