alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Jatah Oksigen untuk Puskesmas Terbatas

Mobile_AP_Rectangle 1

RAMBIPUJI, RADARJEMBER.ID – Semakin hari, ketersediaan tabung gas oksigen kian langka saja. Bahkan, perusahaan penyalur oksigen juga mulai membatasi jatah untuk puskesmas. Pihak distributor lebih memprioritaskan kebutuhan rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19. Padahal, ada juga pasien yang mendapat perawatan di puskesmas juga membutuhkan oksigen. Misalnya pasien dengan penyakit asma atau sesak napas.

Menilik ke belakang, mulai langkanya tabung oksigen ini terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Di awali dari kosongnya ketersediaan oksigen di toko alat kesehatan dan supplier isi ulang yang sudah tidak menyediakan lagi. Oleh karenanya, keluarga pasien yang membutuhkan dapat langsung ke Samator, perusahaan distributor gas oksigen. Syaratnya, mereka harus menyertakan hasil swab test yang menerangkan bahwa ada keluarga mereka yang positif Covid-19.

Salah satu puskesmas yang digunakan untuk perawatan pasien dengan gejala seperti itu adalah Puskesmas Gladak Pakem. Fasilitas kesehatan ini kekurangan oksigen dan nyaris tak mampu memenuhi kebutuhan pasien. Ada beberapa pasien di Puskesmas Gladak Pakem yang membutuhkan oksigen dalam skala besar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sopir ambulans Puskesmas Gladak Pakem, Nanang Hidayat mengungkapkan, stok oksigen di Puskesmas Gladak Pakem habis sejak Selasa (27/7). Padahal puskesmas tersebut tengah merawat tiga pasien dengan keluhan sesak napas. “Stok sisa satu yang ukuran satu meter,” kata Nanang ketika ditemui di Samator untuk mengantre isi ulang tabung oksigen, (28/7) kemarin.

Sementara, saat ini Nanang hanya dapat mengambil dua tabung dari perusahaan distributor oksigen itu yang berukuran enam meter. Jumlah ini sangat tidak berbanding dengan kebutuhan oksigen di puskesmas. Apalagi untuk mendapatkannya juga tidak mudah. Sebab, Nanang harus mengantre di Samator sekitar tiga sampai empat jam. Padahal dia sudah mengantongi karcis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Jember. “Sebelum oksigen langka, ngambil berapa pun bisa. Tapi setelah langka sulit, karena ketersediaan terbatas. Diprioritaskan kebutuhan RS,” ungkap Nanang.

Sepengetahuan Nanang, hingga saat ini ketersediaan bahan baku oksigen juga langka. Jatah Jember, kata dia, hanya enam ton likuid oksigen. Jumlah itu harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan kabupaten lain di sekitaran Jember, misalnya Bondowoso. Karena itu, Jember hanya mendapat dua ton saja. “Keterangan yang disampaikan pihak Samator, bahan baku langka,” bebernya.

- Advertisement -

RAMBIPUJI, RADARJEMBER.ID – Semakin hari, ketersediaan tabung gas oksigen kian langka saja. Bahkan, perusahaan penyalur oksigen juga mulai membatasi jatah untuk puskesmas. Pihak distributor lebih memprioritaskan kebutuhan rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19. Padahal, ada juga pasien yang mendapat perawatan di puskesmas juga membutuhkan oksigen. Misalnya pasien dengan penyakit asma atau sesak napas.

Menilik ke belakang, mulai langkanya tabung oksigen ini terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Di awali dari kosongnya ketersediaan oksigen di toko alat kesehatan dan supplier isi ulang yang sudah tidak menyediakan lagi. Oleh karenanya, keluarga pasien yang membutuhkan dapat langsung ke Samator, perusahaan distributor gas oksigen. Syaratnya, mereka harus menyertakan hasil swab test yang menerangkan bahwa ada keluarga mereka yang positif Covid-19.

Salah satu puskesmas yang digunakan untuk perawatan pasien dengan gejala seperti itu adalah Puskesmas Gladak Pakem. Fasilitas kesehatan ini kekurangan oksigen dan nyaris tak mampu memenuhi kebutuhan pasien. Ada beberapa pasien di Puskesmas Gladak Pakem yang membutuhkan oksigen dalam skala besar.

Sopir ambulans Puskesmas Gladak Pakem, Nanang Hidayat mengungkapkan, stok oksigen di Puskesmas Gladak Pakem habis sejak Selasa (27/7). Padahal puskesmas tersebut tengah merawat tiga pasien dengan keluhan sesak napas. “Stok sisa satu yang ukuran satu meter,” kata Nanang ketika ditemui di Samator untuk mengantre isi ulang tabung oksigen, (28/7) kemarin.

Sementara, saat ini Nanang hanya dapat mengambil dua tabung dari perusahaan distributor oksigen itu yang berukuran enam meter. Jumlah ini sangat tidak berbanding dengan kebutuhan oksigen di puskesmas. Apalagi untuk mendapatkannya juga tidak mudah. Sebab, Nanang harus mengantre di Samator sekitar tiga sampai empat jam. Padahal dia sudah mengantongi karcis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Jember. “Sebelum oksigen langka, ngambil berapa pun bisa. Tapi setelah langka sulit, karena ketersediaan terbatas. Diprioritaskan kebutuhan RS,” ungkap Nanang.

Sepengetahuan Nanang, hingga saat ini ketersediaan bahan baku oksigen juga langka. Jatah Jember, kata dia, hanya enam ton likuid oksigen. Jumlah itu harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan kabupaten lain di sekitaran Jember, misalnya Bondowoso. Karena itu, Jember hanya mendapat dua ton saja. “Keterangan yang disampaikan pihak Samator, bahan baku langka,” bebernya.

RAMBIPUJI, RADARJEMBER.ID – Semakin hari, ketersediaan tabung gas oksigen kian langka saja. Bahkan, perusahaan penyalur oksigen juga mulai membatasi jatah untuk puskesmas. Pihak distributor lebih memprioritaskan kebutuhan rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19. Padahal, ada juga pasien yang mendapat perawatan di puskesmas juga membutuhkan oksigen. Misalnya pasien dengan penyakit asma atau sesak napas.

Menilik ke belakang, mulai langkanya tabung oksigen ini terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Di awali dari kosongnya ketersediaan oksigen di toko alat kesehatan dan supplier isi ulang yang sudah tidak menyediakan lagi. Oleh karenanya, keluarga pasien yang membutuhkan dapat langsung ke Samator, perusahaan distributor gas oksigen. Syaratnya, mereka harus menyertakan hasil swab test yang menerangkan bahwa ada keluarga mereka yang positif Covid-19.

Salah satu puskesmas yang digunakan untuk perawatan pasien dengan gejala seperti itu adalah Puskesmas Gladak Pakem. Fasilitas kesehatan ini kekurangan oksigen dan nyaris tak mampu memenuhi kebutuhan pasien. Ada beberapa pasien di Puskesmas Gladak Pakem yang membutuhkan oksigen dalam skala besar.

Sopir ambulans Puskesmas Gladak Pakem, Nanang Hidayat mengungkapkan, stok oksigen di Puskesmas Gladak Pakem habis sejak Selasa (27/7). Padahal puskesmas tersebut tengah merawat tiga pasien dengan keluhan sesak napas. “Stok sisa satu yang ukuran satu meter,” kata Nanang ketika ditemui di Samator untuk mengantre isi ulang tabung oksigen, (28/7) kemarin.

Sementara, saat ini Nanang hanya dapat mengambil dua tabung dari perusahaan distributor oksigen itu yang berukuran enam meter. Jumlah ini sangat tidak berbanding dengan kebutuhan oksigen di puskesmas. Apalagi untuk mendapatkannya juga tidak mudah. Sebab, Nanang harus mengantre di Samator sekitar tiga sampai empat jam. Padahal dia sudah mengantongi karcis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Jember. “Sebelum oksigen langka, ngambil berapa pun bisa. Tapi setelah langka sulit, karena ketersediaan terbatas. Diprioritaskan kebutuhan RS,” ungkap Nanang.

Sepengetahuan Nanang, hingga saat ini ketersediaan bahan baku oksigen juga langka. Jatah Jember, kata dia, hanya enam ton likuid oksigen. Jumlah itu harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan kabupaten lain di sekitaran Jember, misalnya Bondowoso. Karena itu, Jember hanya mendapat dua ton saja. “Keterangan yang disampaikan pihak Samator, bahan baku langka,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/