alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pemkab Jember Siapkan Tempat Perawatan Tambahan

Korona Ngegas, Jumlah Kamar Terbatas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lonjakan pasien Covid-19 di Jember sampai hari ini masih terus terjadi. Peningkatan pasien yang dirawat itu mengakibatkan ketersediaan fasilitas tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) pada sejumlah rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Jember mulai terisi penuh. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mencapai hampir 90 persen.

Humas Siloam Hospitals Jember Ajeng mengungkapkan, sejauh ini BOR untuk pasien Covid-19 di rumah sakit yang menjadi satu gedung dengan pusat perbelanjaan itu sudah mencapai 80 persen. Dari total 20 kamar yang disediakan khusus untuk pasien Covid-19, telah ada 18 kamar yang terpakai. Kendati BOR hampir penuh dengan total pasien yang dirawat, namun pihaknya mengaku masih perlu mengomunikasikan bila sewaktu-waktu ada penambahan pasien baru.

Sebenarnya, kata Ajeng, Siloam Hospitals memiliki kapasitas untuk ruangan yang cukup banyak. Mencapai sekitar 500-an. Namun, yang disediakan untuk pasien berkisar 100-an ruangan. Sekian persen di antaranya khusus untuk pasien Covid-19. “Kami masih mengoptimalkan yang 20 ruangan ini. Misal ada penambahan itu, kami konsultasikan lagi ke manajer kami,” sambung Ajeng.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam data pantauan Covid-19 Jember yang terakhir, Minggu (27/6), ada 95 pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan sehari sebelumnya yang masih di angka 81 pasien. Bahkan, peningkatan kasus baru sudah mencapai kisaran 3 persen tiap harinya.

Tak hanya di Siloam Hospitals, sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 yang lain juga terdapat peningkatan. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, akhir pekan kemarin, di RSD dr Soebandi Patrang, BOR sudah mencapai kisaran 60-70 persen dengan total sekitar 100 ruang lebih yang difungsikan untuk pasien Covid-19. Lalu, di RS Jember Klinik, BOR sudah hampir 90 persen dengan total sekitar 50-an pasien Covid-19 yang dirawat.

Tingginya lonjakan pasien Covid-19 itu juga menjadi perhatian Pemkab Jember. Pemerintah sampai meminta seluruh rumah sakit rujukan agar menyiapkan minimal 40 persen dari total ruangan yang ada di rumah sakit untuk difungsikan sebagai ruang pasien Covid-19. Baik yang baru ataupun lama.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dr Wiwik Supartiwi membenarkan hal itu. Menurut dia, untuk saat ini sejumlah rumah sakit rujukan telah diminta menyiapkan ruang tambahan pasien Covid-19. “Sudah diinstruksikan kepada seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 agar menambah tempat tidur khusus pasien Covid-19,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lonjakan pasien Covid-19 di Jember sampai hari ini masih terus terjadi. Peningkatan pasien yang dirawat itu mengakibatkan ketersediaan fasilitas tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) pada sejumlah rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Jember mulai terisi penuh. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mencapai hampir 90 persen.

Humas Siloam Hospitals Jember Ajeng mengungkapkan, sejauh ini BOR untuk pasien Covid-19 di rumah sakit yang menjadi satu gedung dengan pusat perbelanjaan itu sudah mencapai 80 persen. Dari total 20 kamar yang disediakan khusus untuk pasien Covid-19, telah ada 18 kamar yang terpakai. Kendati BOR hampir penuh dengan total pasien yang dirawat, namun pihaknya mengaku masih perlu mengomunikasikan bila sewaktu-waktu ada penambahan pasien baru.

Sebenarnya, kata Ajeng, Siloam Hospitals memiliki kapasitas untuk ruangan yang cukup banyak. Mencapai sekitar 500-an. Namun, yang disediakan untuk pasien berkisar 100-an ruangan. Sekian persen di antaranya khusus untuk pasien Covid-19. “Kami masih mengoptimalkan yang 20 ruangan ini. Misal ada penambahan itu, kami konsultasikan lagi ke manajer kami,” sambung Ajeng.

Dalam data pantauan Covid-19 Jember yang terakhir, Minggu (27/6), ada 95 pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan sehari sebelumnya yang masih di angka 81 pasien. Bahkan, peningkatan kasus baru sudah mencapai kisaran 3 persen tiap harinya.

Tak hanya di Siloam Hospitals, sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 yang lain juga terdapat peningkatan. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, akhir pekan kemarin, di RSD dr Soebandi Patrang, BOR sudah mencapai kisaran 60-70 persen dengan total sekitar 100 ruang lebih yang difungsikan untuk pasien Covid-19. Lalu, di RS Jember Klinik, BOR sudah hampir 90 persen dengan total sekitar 50-an pasien Covid-19 yang dirawat.

Tingginya lonjakan pasien Covid-19 itu juga menjadi perhatian Pemkab Jember. Pemerintah sampai meminta seluruh rumah sakit rujukan agar menyiapkan minimal 40 persen dari total ruangan yang ada di rumah sakit untuk difungsikan sebagai ruang pasien Covid-19. Baik yang baru ataupun lama.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dr Wiwik Supartiwi membenarkan hal itu. Menurut dia, untuk saat ini sejumlah rumah sakit rujukan telah diminta menyiapkan ruang tambahan pasien Covid-19. “Sudah diinstruksikan kepada seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 agar menambah tempat tidur khusus pasien Covid-19,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lonjakan pasien Covid-19 di Jember sampai hari ini masih terus terjadi. Peningkatan pasien yang dirawat itu mengakibatkan ketersediaan fasilitas tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) pada sejumlah rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Jember mulai terisi penuh. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mencapai hampir 90 persen.

Humas Siloam Hospitals Jember Ajeng mengungkapkan, sejauh ini BOR untuk pasien Covid-19 di rumah sakit yang menjadi satu gedung dengan pusat perbelanjaan itu sudah mencapai 80 persen. Dari total 20 kamar yang disediakan khusus untuk pasien Covid-19, telah ada 18 kamar yang terpakai. Kendati BOR hampir penuh dengan total pasien yang dirawat, namun pihaknya mengaku masih perlu mengomunikasikan bila sewaktu-waktu ada penambahan pasien baru.

Sebenarnya, kata Ajeng, Siloam Hospitals memiliki kapasitas untuk ruangan yang cukup banyak. Mencapai sekitar 500-an. Namun, yang disediakan untuk pasien berkisar 100-an ruangan. Sekian persen di antaranya khusus untuk pasien Covid-19. “Kami masih mengoptimalkan yang 20 ruangan ini. Misal ada penambahan itu, kami konsultasikan lagi ke manajer kami,” sambung Ajeng.

Dalam data pantauan Covid-19 Jember yang terakhir, Minggu (27/6), ada 95 pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan sehari sebelumnya yang masih di angka 81 pasien. Bahkan, peningkatan kasus baru sudah mencapai kisaran 3 persen tiap harinya.

Tak hanya di Siloam Hospitals, sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 yang lain juga terdapat peningkatan. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, akhir pekan kemarin, di RSD dr Soebandi Patrang, BOR sudah mencapai kisaran 60-70 persen dengan total sekitar 100 ruang lebih yang difungsikan untuk pasien Covid-19. Lalu, di RS Jember Klinik, BOR sudah hampir 90 persen dengan total sekitar 50-an pasien Covid-19 yang dirawat.

Tingginya lonjakan pasien Covid-19 itu juga menjadi perhatian Pemkab Jember. Pemerintah sampai meminta seluruh rumah sakit rujukan agar menyiapkan minimal 40 persen dari total ruangan yang ada di rumah sakit untuk difungsikan sebagai ruang pasien Covid-19. Baik yang baru ataupun lama.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dr Wiwik Supartiwi membenarkan hal itu. Menurut dia, untuk saat ini sejumlah rumah sakit rujukan telah diminta menyiapkan ruang tambahan pasien Covid-19. “Sudah diinstruksikan kepada seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 agar menambah tempat tidur khusus pasien Covid-19,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/