alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Penghuni Lapas Belum Dapat Vaksin

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penambahan kasus Covid-19 pada pekan lalu lebih banyak jika dibandingkan biasanya. Sebab, ada peningkatan sampai 15 pasien dalam sehari. Padahal, beberapa bulan ini, penambahan kasus rata-rata tidak sampai 10 orang per hari. Seperti diketahui, 11 di antara jumlah itu merupakan warga binaan di Lapas Kelas II A Jember, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Habib Salim menerangkan bahwa para pasien itu ditempatkan di tempat khusus dalam lapas supaya tidak menulari warga binaan lain. Hal tersebut langsung dilakukan ketika belasan warga binaan itu terindikasi Covid-19. “Senin lalu, para petugas PMI juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di lapas,” lanjutnya.

Habib menjelaskan bahwa setelah 14 hari masa isolasi, belasan warga binaan itu akan dites swab lagi. Lalu, bagaimana upaya yang akan dilakukan satgas Covid-19 Kabupaten Jember selanjutnya? Sebab, vaksinasi tahap kedua bagi pelayan publik telah terealisasi untuk para petugas di Lapas Kelas II A Jember. Bahkan, sudah tuntas sebanyak dua termin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, Kepala Lapas Kelas II A Jember Yandi Suyandi memaparkan bahwa ada beberapa warga binaan yang mengikuti vaksinasi. Khususnya, bagi napi yang mengikuti kegiatan di luar lapas seperti di sarana asimilasi dan edukasi (SAE).

Lalu, bagaimana dengan warga binaan lain? Mau tidak mau, mereka juga berhak mendapatkan vaksinasi. Mengingat, keluar masuknya beberapa napi serta para petugas menjadi salah satu faktor yang berisiko menjadi wadah penularan Covid-19 di dalam lapas. Ditanya tentang hal itu, Habib enggan menjawab. “Sebab, terkait dengan ketersediaan vaksin, Dinas Kesehatan (Dinkes) yang tahu itu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Ditanya tentang perkembangan para pasien Covid-19 di Lapas Jember, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr Wiwik Supartiwi menerangkan bahwa para pasien sudah tertangani sesuai prosedur. Mulai upaya pemeriksaan, tracing kontak, hingga penyemprotan disinfektan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penambahan kasus Covid-19 pada pekan lalu lebih banyak jika dibandingkan biasanya. Sebab, ada peningkatan sampai 15 pasien dalam sehari. Padahal, beberapa bulan ini, penambahan kasus rata-rata tidak sampai 10 orang per hari. Seperti diketahui, 11 di antara jumlah itu merupakan warga binaan di Lapas Kelas II A Jember, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Habib Salim menerangkan bahwa para pasien itu ditempatkan di tempat khusus dalam lapas supaya tidak menulari warga binaan lain. Hal tersebut langsung dilakukan ketika belasan warga binaan itu terindikasi Covid-19. “Senin lalu, para petugas PMI juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di lapas,” lanjutnya.

Habib menjelaskan bahwa setelah 14 hari masa isolasi, belasan warga binaan itu akan dites swab lagi. Lalu, bagaimana upaya yang akan dilakukan satgas Covid-19 Kabupaten Jember selanjutnya? Sebab, vaksinasi tahap kedua bagi pelayan publik telah terealisasi untuk para petugas di Lapas Kelas II A Jember. Bahkan, sudah tuntas sebanyak dua termin.

Sebelumnya, Kepala Lapas Kelas II A Jember Yandi Suyandi memaparkan bahwa ada beberapa warga binaan yang mengikuti vaksinasi. Khususnya, bagi napi yang mengikuti kegiatan di luar lapas seperti di sarana asimilasi dan edukasi (SAE).

Lalu, bagaimana dengan warga binaan lain? Mau tidak mau, mereka juga berhak mendapatkan vaksinasi. Mengingat, keluar masuknya beberapa napi serta para petugas menjadi salah satu faktor yang berisiko menjadi wadah penularan Covid-19 di dalam lapas. Ditanya tentang hal itu, Habib enggan menjawab. “Sebab, terkait dengan ketersediaan vaksin, Dinas Kesehatan (Dinkes) yang tahu itu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Ditanya tentang perkembangan para pasien Covid-19 di Lapas Jember, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr Wiwik Supartiwi menerangkan bahwa para pasien sudah tertangani sesuai prosedur. Mulai upaya pemeriksaan, tracing kontak, hingga penyemprotan disinfektan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penambahan kasus Covid-19 pada pekan lalu lebih banyak jika dibandingkan biasanya. Sebab, ada peningkatan sampai 15 pasien dalam sehari. Padahal, beberapa bulan ini, penambahan kasus rata-rata tidak sampai 10 orang per hari. Seperti diketahui, 11 di antara jumlah itu merupakan warga binaan di Lapas Kelas II A Jember, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Habib Salim menerangkan bahwa para pasien itu ditempatkan di tempat khusus dalam lapas supaya tidak menulari warga binaan lain. Hal tersebut langsung dilakukan ketika belasan warga binaan itu terindikasi Covid-19. “Senin lalu, para petugas PMI juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di lapas,” lanjutnya.

Habib menjelaskan bahwa setelah 14 hari masa isolasi, belasan warga binaan itu akan dites swab lagi. Lalu, bagaimana upaya yang akan dilakukan satgas Covid-19 Kabupaten Jember selanjutnya? Sebab, vaksinasi tahap kedua bagi pelayan publik telah terealisasi untuk para petugas di Lapas Kelas II A Jember. Bahkan, sudah tuntas sebanyak dua termin.

Sebelumnya, Kepala Lapas Kelas II A Jember Yandi Suyandi memaparkan bahwa ada beberapa warga binaan yang mengikuti vaksinasi. Khususnya, bagi napi yang mengikuti kegiatan di luar lapas seperti di sarana asimilasi dan edukasi (SAE).

Lalu, bagaimana dengan warga binaan lain? Mau tidak mau, mereka juga berhak mendapatkan vaksinasi. Mengingat, keluar masuknya beberapa napi serta para petugas menjadi salah satu faktor yang berisiko menjadi wadah penularan Covid-19 di dalam lapas. Ditanya tentang hal itu, Habib enggan menjawab. “Sebab, terkait dengan ketersediaan vaksin, Dinas Kesehatan (Dinkes) yang tahu itu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Ditanya tentang perkembangan para pasien Covid-19 di Lapas Jember, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr Wiwik Supartiwi menerangkan bahwa para pasien sudah tertangani sesuai prosedur. Mulai upaya pemeriksaan, tracing kontak, hingga penyemprotan disinfektan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/