alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Bangun Fisiologis dan Psikologis dengan Berpuasa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bulan puasa sudah berjalan lebih dari dua pekan. Kesempatan untuk menunaikan ibadah dengan pahala yang berlipat ganda pun tinggal hitungan hari. Begitu pula dengan kesempatan untuk mendetoksifikasi tubuh lewat puasa.

Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman dalam safari Ramadan bersama Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jember menerangkan bahwa salah satu khasiat puasa adalah menunjang kesehatan seseorang. Pria yang akrab disapa Gus Firjaun itu menambahkan bahwa salah satu hadis menerangkan, berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat.

Ternyata, lanjut dia, sehat itu berupa jasad dan kalbu. Nah, ada korelasi erat terkait dengan kesehatan. Lambung seseorang butuh istirahat minimal delapan jam sehari. “Karena itu, kerja lambung tidak berat dan liver juga bisa bekerja maksimal,” paparnya. Liver sendiri bertugas menetralisasi racun-racun yang terdapat pada makanan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketika lambung istirahat, lanjutnya, hormon endorfin akan muncul. Akibatnya, bisa menyebabkan seseorang menjadi relaks. Sebab, fungsi hormon tersebut adalah penghilang stres dan meredakan rasa sakit. Selain itu, mampu mereproduksi sel-sel yang rusak. “Sehingga ada benarnya juga jika orang yang berpuasa itu sehat,” imbuhnya.

Menurut dia, hal itu sejurus dengan imbauan kesehatan yang menganjurkan seseorang untuk berpuasa lebih dulu sebelum melakukan operasi. “Jadi, ketika tubuh ini sehat, mental atau jiwa juga akan menjadi sehat,” tegasnya. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya pelajaran yang didapat selama berpuasa.

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jember Muhammad Muhib Alwi menyatakan bahwa puasa itu upaya untuk mencegah banyak hal. “Jadi, puasa itu mencegah diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Mulai dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari. Secara psikologis, orang yang berpuasa merupakan orang yang menahan diri supaya tidak pamer kepada orang lain,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bulan puasa sudah berjalan lebih dari dua pekan. Kesempatan untuk menunaikan ibadah dengan pahala yang berlipat ganda pun tinggal hitungan hari. Begitu pula dengan kesempatan untuk mendetoksifikasi tubuh lewat puasa.

Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman dalam safari Ramadan bersama Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jember menerangkan bahwa salah satu khasiat puasa adalah menunjang kesehatan seseorang. Pria yang akrab disapa Gus Firjaun itu menambahkan bahwa salah satu hadis menerangkan, berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat.

Ternyata, lanjut dia, sehat itu berupa jasad dan kalbu. Nah, ada korelasi erat terkait dengan kesehatan. Lambung seseorang butuh istirahat minimal delapan jam sehari. “Karena itu, kerja lambung tidak berat dan liver juga bisa bekerja maksimal,” paparnya. Liver sendiri bertugas menetralisasi racun-racun yang terdapat pada makanan.

Ketika lambung istirahat, lanjutnya, hormon endorfin akan muncul. Akibatnya, bisa menyebabkan seseorang menjadi relaks. Sebab, fungsi hormon tersebut adalah penghilang stres dan meredakan rasa sakit. Selain itu, mampu mereproduksi sel-sel yang rusak. “Sehingga ada benarnya juga jika orang yang berpuasa itu sehat,” imbuhnya.

Menurut dia, hal itu sejurus dengan imbauan kesehatan yang menganjurkan seseorang untuk berpuasa lebih dulu sebelum melakukan operasi. “Jadi, ketika tubuh ini sehat, mental atau jiwa juga akan menjadi sehat,” tegasnya. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya pelajaran yang didapat selama berpuasa.

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jember Muhammad Muhib Alwi menyatakan bahwa puasa itu upaya untuk mencegah banyak hal. “Jadi, puasa itu mencegah diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Mulai dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari. Secara psikologis, orang yang berpuasa merupakan orang yang menahan diri supaya tidak pamer kepada orang lain,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bulan puasa sudah berjalan lebih dari dua pekan. Kesempatan untuk menunaikan ibadah dengan pahala yang berlipat ganda pun tinggal hitungan hari. Begitu pula dengan kesempatan untuk mendetoksifikasi tubuh lewat puasa.

Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman dalam safari Ramadan bersama Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jember menerangkan bahwa salah satu khasiat puasa adalah menunjang kesehatan seseorang. Pria yang akrab disapa Gus Firjaun itu menambahkan bahwa salah satu hadis menerangkan, berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat.

Ternyata, lanjut dia, sehat itu berupa jasad dan kalbu. Nah, ada korelasi erat terkait dengan kesehatan. Lambung seseorang butuh istirahat minimal delapan jam sehari. “Karena itu, kerja lambung tidak berat dan liver juga bisa bekerja maksimal,” paparnya. Liver sendiri bertugas menetralisasi racun-racun yang terdapat pada makanan.

Ketika lambung istirahat, lanjutnya, hormon endorfin akan muncul. Akibatnya, bisa menyebabkan seseorang menjadi relaks. Sebab, fungsi hormon tersebut adalah penghilang stres dan meredakan rasa sakit. Selain itu, mampu mereproduksi sel-sel yang rusak. “Sehingga ada benarnya juga jika orang yang berpuasa itu sehat,” imbuhnya.

Menurut dia, hal itu sejurus dengan imbauan kesehatan yang menganjurkan seseorang untuk berpuasa lebih dulu sebelum melakukan operasi. “Jadi, ketika tubuh ini sehat, mental atau jiwa juga akan menjadi sehat,” tegasnya. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya pelajaran yang didapat selama berpuasa.

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jember Muhammad Muhib Alwi menyatakan bahwa puasa itu upaya untuk mencegah banyak hal. “Jadi, puasa itu mencegah diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Mulai dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari. Secara psikologis, orang yang berpuasa merupakan orang yang menahan diri supaya tidak pamer kepada orang lain,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/