RS Siloam Tanggapi Kabar Hoaks Pasien Suspek

Jangan Panik, Jember Bebas Korona

KALIWATES, Radar Jember – Ketakutan penyebaran virus korona atau 2019-nCov telah melanda berbagai negara. Virus yang berasal dari Tiongkok tersebut juga mengundang kehawatiran masyarakat di Jember. Bahkan, sampai-sampai beredar kabar bahwa ada seorang pasien di Rumah Sakit Siloam Jember yang suspek virus tersebut. Namun setelah ditelusuri, ternyata informasi itu tidak benar alias hoaks.

IKLAN

Kabar palsu yang awalnya beredar di media sosial itu, bermula saat ada salah seorang yang membagi cerita tentang adanya pasien di RS Siloam yang tertular virus korona melalui pesan WhatApps. Ada yang berbentuk tangkapan layar, terusan pesan, hingga status. Bahkan, di tweeter juga jadi berbincangan hangat hinnga memicu kehawatiran warga Jember. Ada yang percaya begitu saja terhadap kabar hoaks tersebut. “Pasien RS Siloam ada yang kena Korona ya?” ucap Wahyuningtyas, ibu rumah tangga dari Sumbersari yang percaya isi pesan terusan di WhatApp tersebut.

Isi kabar bohong itu tertulis, “barusan terinfo dari teman di Siloam, di Jember sudah ada pasien yang suspek corona virus. Be aware dulur-dulur, untuk wilayah Jember alur rujukan terpusat ke RS Soebandi. Semoga kita semua diberi kesehatan”. Ada juga yang menulis seperti ‘selamat pagi mau menginformasikan, kalau ada pasien di Rumah Sakit Siloam terindetifikasi kena virus corona. Pasien adalah warga Tiongkok yang kerja di Pabrik Semen Puger dan sekarang sudah suspek, satu pasien ada di ruang isolasi. Coba cek kebenarannya”.

Menanggapi beredarnya kabar tersebut, Business Development Head Division RS Siloam Jember dr I Bayu Angga D menegaskan, informasi terkait virus korona di RS Siloam Jember itu tidak benar atau hoaks. Dia menjelaskan, memang ada pasien secara perawakan fisik seperti orang dari Tiongkok dan periksa ke RS Siloam karena mengalami sesak nafas.

“Setelah kami periksa, bukan korona hanya batuk biasa. Karena sekarang memang lagi musimnya kena batuk-batuk akibat infeksi saluran pernafasan,” katanya. Dia kembali menengaskan, pasien yang periksa itu juga bukan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok melainkan penduduk Jember.

Bayu memastikan, pasien tersebut sudah ditangani sesuai standart operasinonal prosedure (SOP) rumah sakit. Bahkan, pasien yang mengalami sesak napas itu, saat ini sudah diizinkan pulang dan hanya diberi edukasi untuk penanganan jika mengalami sesak napas lagi. “Karena yang dialami sesak napas biasa, kami persilakan pulang. Namun jika sakitnya berat, bisa dirawat kembali ke rumah sakit. Tapi bukan karena korona,” tambahnya.

Bayu menambahkan, jika ada gejala mengarah ke korona pihak RS Siloam pasti akan memberikan laporan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember. Dia menuturkan, semisal nanti ada pasien yang gejalanya mengarah ke korona, pihak rumah sakit juga sudah siap sesuai SOP yang ada. “Kami juga sudah siap, ruang isolasi juga sudah siap,” katanya.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih