alexametrics
28.3 C
Jember
Saturday, 22 January 2022

Selain Sertifikat Pernikahan, kini Ada Uji Layak bagi Calon Pengantin

Siap 5.625 Tenaga Pendamping Calon Pengantin Cegah Stunting

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember terus berupaya menekan angka stunting di Jember. Namun, hingga kini, problem kekurangan gizi pada bayi (stunting) itu masih tergolong tinggi. Dan menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang harus segera dituntaskan. Salah satu cara yang terbaru dilakukan adalah dengan melakukan pencegahan stunting di sektor bulu. Dengan memberikan penyadaran pada pasangan baru menikah tentang pentingnya pemenuhan gizi pada bayi.

PEDULI ANAK: Ketua TP PKK Jember Kasih Fajarini ketika safari posyandu, akhir Juni lalu. Kasus stunting menjadi program prioritas yang dilakukan pemerintah digawangi DP3AKB, Dinkes, serta TP PKK Jember

Program penyadaran pencegahan stunting ini akan dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pemkab Jember. Selain menyiapkan personel khusus yang berjumlah 5.625 orang untuk tim pendamping keluarga, dinas juga akan menggandeng pekerja media dalam menggelorakan aksi tersebut. Para pewarta ini yang nantinya menjadi corong penyadaran kepada masyarakat terkait stunting melalui kampanye publik.

“Jurnalis punya peran strategis untuk pembangunan Jember. Termasuk upaya memberantas stunting,” tutur Suprihandoko, Kepala DP3AKB Jember. Pernyataan itu ia sampaikan ketika sosialisasi Kegiatan Penyuluhan KB Program Bangga Kencana kepada jurnalis di aula Bina Kencana Gedung DP3AKB, kemarin (27/12).

Mobile_AP_Rectangle 2

Ia mengatakan, penanganan stunting menjadi program serius. Sebab, stunting menjadi salah satu penyebab adanya gradasi kualitas generasi di masa mendatang. “Kalau semua anak kita kerdil, pasti berpotensi adanya kebodohan,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya melakukan penanganan stunting berbeda dengan cara yang sudah dilakukan sebelumnya. Yakni dengan melakukan pencegahan dari hulu. “Kenapa hulunya distop? Kalau perempuan semua ikut KB dua tahun tidak hamil, maka stunting tidak ada. Tapi kan, kita tidak bisa gitu,” tuturnya.

Langkah konkret yang akan dilakukan dalam pencegahan stunting, Suprihandoko menjelaskan, pihaknya akan menerjunkan tim pendamping keluarga. Tugasnya untuk mengedukasi pasangan yang akan menikah. Mereka akan bersinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Tim Penggerak PKK. Nantinya, calon pasangan pengantin diuji mengenai kesiapan mereka sebelum memutuskan menikah. “Harapan kami mereka benar-benar diuji persiapan kehidupan berkeluarga seperti apa. Rapornya seperti apa dan kami nyatakan lulus dan diberi sertifikat,” tuturnya.

Nantinya akan ada lembar keterangan yang menerangkan pasangan tersebut sudah lulus dalam persiapan ujian kehidupan berkeluarga. Melalui sertifikat tersebut, pihaknya bisa melacak jika ke depan terjadi masalah. “Dengan seperti itu, kita bisa klaim. Berdasarkan register sekian yang diedukasi persiapan keluarga. Ke depan bisa diteliti. Kalau hari ini tidak bisa,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember terus berupaya menekan angka stunting di Jember. Namun, hingga kini, problem kekurangan gizi pada bayi (stunting) itu masih tergolong tinggi. Dan menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang harus segera dituntaskan. Salah satu cara yang terbaru dilakukan adalah dengan melakukan pencegahan stunting di sektor bulu. Dengan memberikan penyadaran pada pasangan baru menikah tentang pentingnya pemenuhan gizi pada bayi.

PEDULI ANAK: Ketua TP PKK Jember Kasih Fajarini ketika safari posyandu, akhir Juni lalu. Kasus stunting menjadi program prioritas yang dilakukan pemerintah digawangi DP3AKB, Dinkes, serta TP PKK Jember

Program penyadaran pencegahan stunting ini akan dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pemkab Jember. Selain menyiapkan personel khusus yang berjumlah 5.625 orang untuk tim pendamping keluarga, dinas juga akan menggandeng pekerja media dalam menggelorakan aksi tersebut. Para pewarta ini yang nantinya menjadi corong penyadaran kepada masyarakat terkait stunting melalui kampanye publik.

“Jurnalis punya peran strategis untuk pembangunan Jember. Termasuk upaya memberantas stunting,” tutur Suprihandoko, Kepala DP3AKB Jember. Pernyataan itu ia sampaikan ketika sosialisasi Kegiatan Penyuluhan KB Program Bangga Kencana kepada jurnalis di aula Bina Kencana Gedung DP3AKB, kemarin (27/12).

Ia mengatakan, penanganan stunting menjadi program serius. Sebab, stunting menjadi salah satu penyebab adanya gradasi kualitas generasi di masa mendatang. “Kalau semua anak kita kerdil, pasti berpotensi adanya kebodohan,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya melakukan penanganan stunting berbeda dengan cara yang sudah dilakukan sebelumnya. Yakni dengan melakukan pencegahan dari hulu. “Kenapa hulunya distop? Kalau perempuan semua ikut KB dua tahun tidak hamil, maka stunting tidak ada. Tapi kan, kita tidak bisa gitu,” tuturnya.

Langkah konkret yang akan dilakukan dalam pencegahan stunting, Suprihandoko menjelaskan, pihaknya akan menerjunkan tim pendamping keluarga. Tugasnya untuk mengedukasi pasangan yang akan menikah. Mereka akan bersinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Tim Penggerak PKK. Nantinya, calon pasangan pengantin diuji mengenai kesiapan mereka sebelum memutuskan menikah. “Harapan kami mereka benar-benar diuji persiapan kehidupan berkeluarga seperti apa. Rapornya seperti apa dan kami nyatakan lulus dan diberi sertifikat,” tuturnya.

Nantinya akan ada lembar keterangan yang menerangkan pasangan tersebut sudah lulus dalam persiapan ujian kehidupan berkeluarga. Melalui sertifikat tersebut, pihaknya bisa melacak jika ke depan terjadi masalah. “Dengan seperti itu, kita bisa klaim. Berdasarkan register sekian yang diedukasi persiapan keluarga. Ke depan bisa diteliti. Kalau hari ini tidak bisa,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember terus berupaya menekan angka stunting di Jember. Namun, hingga kini, problem kekurangan gizi pada bayi (stunting) itu masih tergolong tinggi. Dan menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang harus segera dituntaskan. Salah satu cara yang terbaru dilakukan adalah dengan melakukan pencegahan stunting di sektor bulu. Dengan memberikan penyadaran pada pasangan baru menikah tentang pentingnya pemenuhan gizi pada bayi.

PEDULI ANAK: Ketua TP PKK Jember Kasih Fajarini ketika safari posyandu, akhir Juni lalu. Kasus stunting menjadi program prioritas yang dilakukan pemerintah digawangi DP3AKB, Dinkes, serta TP PKK Jember

Program penyadaran pencegahan stunting ini akan dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pemkab Jember. Selain menyiapkan personel khusus yang berjumlah 5.625 orang untuk tim pendamping keluarga, dinas juga akan menggandeng pekerja media dalam menggelorakan aksi tersebut. Para pewarta ini yang nantinya menjadi corong penyadaran kepada masyarakat terkait stunting melalui kampanye publik.

“Jurnalis punya peran strategis untuk pembangunan Jember. Termasuk upaya memberantas stunting,” tutur Suprihandoko, Kepala DP3AKB Jember. Pernyataan itu ia sampaikan ketika sosialisasi Kegiatan Penyuluhan KB Program Bangga Kencana kepada jurnalis di aula Bina Kencana Gedung DP3AKB, kemarin (27/12).

Ia mengatakan, penanganan stunting menjadi program serius. Sebab, stunting menjadi salah satu penyebab adanya gradasi kualitas generasi di masa mendatang. “Kalau semua anak kita kerdil, pasti berpotensi adanya kebodohan,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya melakukan penanganan stunting berbeda dengan cara yang sudah dilakukan sebelumnya. Yakni dengan melakukan pencegahan dari hulu. “Kenapa hulunya distop? Kalau perempuan semua ikut KB dua tahun tidak hamil, maka stunting tidak ada. Tapi kan, kita tidak bisa gitu,” tuturnya.

Langkah konkret yang akan dilakukan dalam pencegahan stunting, Suprihandoko menjelaskan, pihaknya akan menerjunkan tim pendamping keluarga. Tugasnya untuk mengedukasi pasangan yang akan menikah. Mereka akan bersinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Tim Penggerak PKK. Nantinya, calon pasangan pengantin diuji mengenai kesiapan mereka sebelum memutuskan menikah. “Harapan kami mereka benar-benar diuji persiapan kehidupan berkeluarga seperti apa. Rapornya seperti apa dan kami nyatakan lulus dan diberi sertifikat,” tuturnya.

Nantinya akan ada lembar keterangan yang menerangkan pasangan tersebut sudah lulus dalam persiapan ujian kehidupan berkeluarga. Melalui sertifikat tersebut, pihaknya bisa melacak jika ke depan terjadi masalah. “Dengan seperti itu, kita bisa klaim. Berdasarkan register sekian yang diedukasi persiapan keluarga. Ke depan bisa diteliti. Kalau hari ini tidak bisa,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca