alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Jangan Sepelekan Gigi Berlubang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahukah Anda bahwa berdasarkan profil data kesehatan Indonesia, gigi berlubang ternyata termasuk dalam 10 besar penyakit gigi yang sering menyerang masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis konservasi gigi RS Bina Sehat Jember, drg Raditya Nugroho SpKG.

Gigi berlubang adalah kerusakan yang terjadi pada jaringan keras gigi karena aktivitas bakteri dalam plak. Jika tidak tertangani dengan baik, kondisi ini memberikan risiko terhadap saraf dan pembuluh darah di gigi. Bakteri penyebab gigi berlubang adalah Streptococcus mutans. “Menumpuknya bakteri tersebut, sisa-sisa makanan dan air liur di dalam mulut, dapat membentuk plak yang memproduksi asam sehingga lapisan gigi, dari enamel hingga sementum, terkikis,” jelasnya.

drg Raditya menambahkan, bila gigi berlubang tidak segera tertangani, bisa menyebabkan penyakit pada pulpa gigi, yang terdiri atas saraf-saraf dan pembuluh darah. “Adapun klasifikasi dari penyakit pulpa antara lain pulpitis reversibel, pulpitis ireversibel, dan nekrosis pulpa,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pulpitis reversibel adalah radang pulpa yang ringan dan dapat teratasi jika penyebab radang dihilangkan. Namun, jika tidak ditangani secara tepat, dapat berlanjut menjadi pulpitis ireversibel. “Pulpitis ireversibel adalah radang pada pulpa yang disebabkan oleh inflamasi jaringan keras, sehingga sistem pertahanan jaringan pulpa tidak dapat memperbaiki dan pulpa tidak dapat pulih kembali,” ujarnya.

Gejala pulpitis ireversibel antara lain berupa rasa nyeri spontan yang terus-menerus, tanpa adanya penyebab dari luar. Nyeri tidak terlokalisasi, dan nyeri berkepanjangan jika terdapat stimulus panas atau dingin.

Sedangkan nekrosis pulpa, kata dia, adalah keadaan pulpa yang sudah mati. Aliran pembuluh darah sudah tidak ada dan saraf pulpa tidak berfungsi kembali. Pulpa yang sepenuhnya nekrosis menunjukkan gejala asimtomatik hingga gejala-gejala timbul sebagai hasil dari perkembangan proses penyakit ke dalam jaringan periradikuler.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahukah Anda bahwa berdasarkan profil data kesehatan Indonesia, gigi berlubang ternyata termasuk dalam 10 besar penyakit gigi yang sering menyerang masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis konservasi gigi RS Bina Sehat Jember, drg Raditya Nugroho SpKG.

Gigi berlubang adalah kerusakan yang terjadi pada jaringan keras gigi karena aktivitas bakteri dalam plak. Jika tidak tertangani dengan baik, kondisi ini memberikan risiko terhadap saraf dan pembuluh darah di gigi. Bakteri penyebab gigi berlubang adalah Streptococcus mutans. “Menumpuknya bakteri tersebut, sisa-sisa makanan dan air liur di dalam mulut, dapat membentuk plak yang memproduksi asam sehingga lapisan gigi, dari enamel hingga sementum, terkikis,” jelasnya.

drg Raditya menambahkan, bila gigi berlubang tidak segera tertangani, bisa menyebabkan penyakit pada pulpa gigi, yang terdiri atas saraf-saraf dan pembuluh darah. “Adapun klasifikasi dari penyakit pulpa antara lain pulpitis reversibel, pulpitis ireversibel, dan nekrosis pulpa,” paparnya.

Pulpitis reversibel adalah radang pulpa yang ringan dan dapat teratasi jika penyebab radang dihilangkan. Namun, jika tidak ditangani secara tepat, dapat berlanjut menjadi pulpitis ireversibel. “Pulpitis ireversibel adalah radang pada pulpa yang disebabkan oleh inflamasi jaringan keras, sehingga sistem pertahanan jaringan pulpa tidak dapat memperbaiki dan pulpa tidak dapat pulih kembali,” ujarnya.

Gejala pulpitis ireversibel antara lain berupa rasa nyeri spontan yang terus-menerus, tanpa adanya penyebab dari luar. Nyeri tidak terlokalisasi, dan nyeri berkepanjangan jika terdapat stimulus panas atau dingin.

Sedangkan nekrosis pulpa, kata dia, adalah keadaan pulpa yang sudah mati. Aliran pembuluh darah sudah tidak ada dan saraf pulpa tidak berfungsi kembali. Pulpa yang sepenuhnya nekrosis menunjukkan gejala asimtomatik hingga gejala-gejala timbul sebagai hasil dari perkembangan proses penyakit ke dalam jaringan periradikuler.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahukah Anda bahwa berdasarkan profil data kesehatan Indonesia, gigi berlubang ternyata termasuk dalam 10 besar penyakit gigi yang sering menyerang masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis konservasi gigi RS Bina Sehat Jember, drg Raditya Nugroho SpKG.

Gigi berlubang adalah kerusakan yang terjadi pada jaringan keras gigi karena aktivitas bakteri dalam plak. Jika tidak tertangani dengan baik, kondisi ini memberikan risiko terhadap saraf dan pembuluh darah di gigi. Bakteri penyebab gigi berlubang adalah Streptococcus mutans. “Menumpuknya bakteri tersebut, sisa-sisa makanan dan air liur di dalam mulut, dapat membentuk plak yang memproduksi asam sehingga lapisan gigi, dari enamel hingga sementum, terkikis,” jelasnya.

drg Raditya menambahkan, bila gigi berlubang tidak segera tertangani, bisa menyebabkan penyakit pada pulpa gigi, yang terdiri atas saraf-saraf dan pembuluh darah. “Adapun klasifikasi dari penyakit pulpa antara lain pulpitis reversibel, pulpitis ireversibel, dan nekrosis pulpa,” paparnya.

Pulpitis reversibel adalah radang pulpa yang ringan dan dapat teratasi jika penyebab radang dihilangkan. Namun, jika tidak ditangani secara tepat, dapat berlanjut menjadi pulpitis ireversibel. “Pulpitis ireversibel adalah radang pada pulpa yang disebabkan oleh inflamasi jaringan keras, sehingga sistem pertahanan jaringan pulpa tidak dapat memperbaiki dan pulpa tidak dapat pulih kembali,” ujarnya.

Gejala pulpitis ireversibel antara lain berupa rasa nyeri spontan yang terus-menerus, tanpa adanya penyebab dari luar. Nyeri tidak terlokalisasi, dan nyeri berkepanjangan jika terdapat stimulus panas atau dingin.

Sedangkan nekrosis pulpa, kata dia, adalah keadaan pulpa yang sudah mati. Aliran pembuluh darah sudah tidak ada dan saraf pulpa tidak berfungsi kembali. Pulpa yang sepenuhnya nekrosis menunjukkan gejala asimtomatik hingga gejala-gejala timbul sebagai hasil dari perkembangan proses penyakit ke dalam jaringan periradikuler.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/