alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Data Vaksinasi Guru di Jember Terhambat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga saat ini, vaksinasi pada tenaga pengajar belum tuntas terselesaikan. Baru 75 persen saja yang telah melakukan vaksinasi Covid-19. Padahal ini menjadi salah satu aspek krusial menjelang pertemuan tatap muka (PTM) yang rencananya akan dilakukan serentak pada 5 Juli mendatang.

Plt Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Bambang Hariono berharap, sebelum PTM dimulai, semua tenaga pendidik di Jember mendapat vaksinasi. Hal ini dia sampaikan saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan DPRD, beberapa waktu lalu.

Adanya guru yang belum mendapat vaksinasi disebabkan pendataan guru penerima vaksin yang belum selesai. Beberapa sekolah belum mengumpulkan data vaksinasi tenaga pendidik. Utamanya dari lembaga swasta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satunya pada lembaga SD. Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati menyebut, terdapat belasan sekolah yang hingga hari ini belum mengumpulkan data vaksinasi guru. “Sampai sekarang masih ada 13 lembaga yang belum masuk,” kata Endang.

Endang menyebutkan, jika lembaga sudah melakukan pendataan, maka akan diproses oleh sistem. Tak heran jika pendataan yang dilakukan oleh sekolah negeri cenderung lebih cepat ketimbang yang dilakukan oleh lembaga swasta. “Dengan masuk ke sistem, maka terlayani. Nah, swasta ini tidak segera mendata ulang,” katanya lagi.

Terdapat lebih dari seribu guru yang perlu melakukan pendataan ulang untuk vaksinasi, atau data yang sebelumnya sudah diinput tidak terbaca oleh sistem. Jumlah tersebut didominasi oleh lembaga swasta. “Ada negerinya juga. Tapi didominasi oleh lembaga swasta,” imbuhnya lagi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga saat ini, vaksinasi pada tenaga pengajar belum tuntas terselesaikan. Baru 75 persen saja yang telah melakukan vaksinasi Covid-19. Padahal ini menjadi salah satu aspek krusial menjelang pertemuan tatap muka (PTM) yang rencananya akan dilakukan serentak pada 5 Juli mendatang.

Plt Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Bambang Hariono berharap, sebelum PTM dimulai, semua tenaga pendidik di Jember mendapat vaksinasi. Hal ini dia sampaikan saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan DPRD, beberapa waktu lalu.

Adanya guru yang belum mendapat vaksinasi disebabkan pendataan guru penerima vaksin yang belum selesai. Beberapa sekolah belum mengumpulkan data vaksinasi tenaga pendidik. Utamanya dari lembaga swasta.

Salah satunya pada lembaga SD. Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati menyebut, terdapat belasan sekolah yang hingga hari ini belum mengumpulkan data vaksinasi guru. “Sampai sekarang masih ada 13 lembaga yang belum masuk,” kata Endang.

Endang menyebutkan, jika lembaga sudah melakukan pendataan, maka akan diproses oleh sistem. Tak heran jika pendataan yang dilakukan oleh sekolah negeri cenderung lebih cepat ketimbang yang dilakukan oleh lembaga swasta. “Dengan masuk ke sistem, maka terlayani. Nah, swasta ini tidak segera mendata ulang,” katanya lagi.

Terdapat lebih dari seribu guru yang perlu melakukan pendataan ulang untuk vaksinasi, atau data yang sebelumnya sudah diinput tidak terbaca oleh sistem. Jumlah tersebut didominasi oleh lembaga swasta. “Ada negerinya juga. Tapi didominasi oleh lembaga swasta,” imbuhnya lagi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga saat ini, vaksinasi pada tenaga pengajar belum tuntas terselesaikan. Baru 75 persen saja yang telah melakukan vaksinasi Covid-19. Padahal ini menjadi salah satu aspek krusial menjelang pertemuan tatap muka (PTM) yang rencananya akan dilakukan serentak pada 5 Juli mendatang.

Plt Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Bambang Hariono berharap, sebelum PTM dimulai, semua tenaga pendidik di Jember mendapat vaksinasi. Hal ini dia sampaikan saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan DPRD, beberapa waktu lalu.

Adanya guru yang belum mendapat vaksinasi disebabkan pendataan guru penerima vaksin yang belum selesai. Beberapa sekolah belum mengumpulkan data vaksinasi tenaga pendidik. Utamanya dari lembaga swasta.

Salah satunya pada lembaga SD. Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati menyebut, terdapat belasan sekolah yang hingga hari ini belum mengumpulkan data vaksinasi guru. “Sampai sekarang masih ada 13 lembaga yang belum masuk,” kata Endang.

Endang menyebutkan, jika lembaga sudah melakukan pendataan, maka akan diproses oleh sistem. Tak heran jika pendataan yang dilakukan oleh sekolah negeri cenderung lebih cepat ketimbang yang dilakukan oleh lembaga swasta. “Dengan masuk ke sistem, maka terlayani. Nah, swasta ini tidak segera mendata ulang,” katanya lagi.

Terdapat lebih dari seribu guru yang perlu melakukan pendataan ulang untuk vaksinasi, atau data yang sebelumnya sudah diinput tidak terbaca oleh sistem. Jumlah tersebut didominasi oleh lembaga swasta. “Ada negerinya juga. Tapi didominasi oleh lembaga swasta,” imbuhnya lagi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/