alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Mata Lelah, Waspadai Glaukoma

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak gejala pada mata yang sering kali digampangkan. Lelah dan merasa kantuk meski sudah beristirahat dalam jangka waktu lama, misalnya. Padahal kondisi seperti itu harus segera diperiksakan. Salah-salah, justru menjadi awal seseorang menderita glaukoma. Yakni hilangnya penglihatan secara perlahan.

Hal tersebut terjadi pada salah seorang mahasiswi, Komang Ayu. Dia mengungkapkan, akhir-akhir ini, matanya mulai sering lelah. Bahkan, sering kali mual dan pusing. “Ini yang membuat saya bingung. Soalnya mual dan pusing itu kan biasanya disebabkan masalah pencernaan,” lanjut mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di salah satu kampus Jember itu.

Setelah diperiksakan, lanjut wanita 22 tahun ini, dokter mendiagnosis bahwa hal itu merupakan gejala glaukoma. “Glaukoma itu merupakan suatu penyakit di mana tekanan di dalam bola mata tersebut meningkat,” tutur dr Bagas Kumoro SpM.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tekanan itu, lanjutnya, mengakibatkan gangguan pada syaraf mata. Akibatnya, berujung pada gangguan penglihatan hingga kebutaan. Bahkan, penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk bayi yang baru lahir.

Pada dasarnya, dokter spesialis mata ini menjelaskan, glaukoma terdiri atas dua keadaan. Pertama, yang sifatnya tiba-tiba atau akut. Kedua, menahun alias kronis. Penderita glaukoma akut biasanya merasakan keluhan sangat hebat seperti nyeri, kabur mendadak, mata merah disertai rasa cekot-cekot yang menjalar ke kepala. Dia mencontohkan, jika glaukoma terjadi pada mata kanan, kepala bagian kanannya juga bakal merasakan sakit, dan sebaliknya.

Sementara itu, jika glaukoma kronis sangat susah diketahui kalau tidak diperiksa. “Biasanya, mengalami nyeri ringan dan tak kunjung sembuh meski beristirahat lama,” paparnya. Karena itu, mata harus rutin diperiksakan. Sebab, merupakan bagian tubuh yang sulit disembuhkan jika terserang penyakit. “Sulit dikembalikan meski dioperasi. Hanya menurunkan, bukan untuk melihat sepenuhnya,” paparnya.

Dokter spesialis mata di RSD dr Soebandi tersebut menerangkan, tak ada spesifikasi khusus terkait apa yang menjadi penyebab penyakit tersebut. Namun, yang paling kerap terjadi adalah terkena benda tumpul. Sebab, trauma atau terkena benda tumpul hingga pendarahan atau hifema bisa mengakibatkan tekanan bola mata meningkat. “Atau, biasa disebut glaukoma sekunder. Ada pendarahan di dalam bola mata. Tepatnya, pada bilik mata bagian depan,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak gejala pada mata yang sering kali digampangkan. Lelah dan merasa kantuk meski sudah beristirahat dalam jangka waktu lama, misalnya. Padahal kondisi seperti itu harus segera diperiksakan. Salah-salah, justru menjadi awal seseorang menderita glaukoma. Yakni hilangnya penglihatan secara perlahan.

Hal tersebut terjadi pada salah seorang mahasiswi, Komang Ayu. Dia mengungkapkan, akhir-akhir ini, matanya mulai sering lelah. Bahkan, sering kali mual dan pusing. “Ini yang membuat saya bingung. Soalnya mual dan pusing itu kan biasanya disebabkan masalah pencernaan,” lanjut mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di salah satu kampus Jember itu.

Setelah diperiksakan, lanjut wanita 22 tahun ini, dokter mendiagnosis bahwa hal itu merupakan gejala glaukoma. “Glaukoma itu merupakan suatu penyakit di mana tekanan di dalam bola mata tersebut meningkat,” tutur dr Bagas Kumoro SpM.

Tekanan itu, lanjutnya, mengakibatkan gangguan pada syaraf mata. Akibatnya, berujung pada gangguan penglihatan hingga kebutaan. Bahkan, penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk bayi yang baru lahir.

Pada dasarnya, dokter spesialis mata ini menjelaskan, glaukoma terdiri atas dua keadaan. Pertama, yang sifatnya tiba-tiba atau akut. Kedua, menahun alias kronis. Penderita glaukoma akut biasanya merasakan keluhan sangat hebat seperti nyeri, kabur mendadak, mata merah disertai rasa cekot-cekot yang menjalar ke kepala. Dia mencontohkan, jika glaukoma terjadi pada mata kanan, kepala bagian kanannya juga bakal merasakan sakit, dan sebaliknya.

Sementara itu, jika glaukoma kronis sangat susah diketahui kalau tidak diperiksa. “Biasanya, mengalami nyeri ringan dan tak kunjung sembuh meski beristirahat lama,” paparnya. Karena itu, mata harus rutin diperiksakan. Sebab, merupakan bagian tubuh yang sulit disembuhkan jika terserang penyakit. “Sulit dikembalikan meski dioperasi. Hanya menurunkan, bukan untuk melihat sepenuhnya,” paparnya.

Dokter spesialis mata di RSD dr Soebandi tersebut menerangkan, tak ada spesifikasi khusus terkait apa yang menjadi penyebab penyakit tersebut. Namun, yang paling kerap terjadi adalah terkena benda tumpul. Sebab, trauma atau terkena benda tumpul hingga pendarahan atau hifema bisa mengakibatkan tekanan bola mata meningkat. “Atau, biasa disebut glaukoma sekunder. Ada pendarahan di dalam bola mata. Tepatnya, pada bilik mata bagian depan,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak gejala pada mata yang sering kali digampangkan. Lelah dan merasa kantuk meski sudah beristirahat dalam jangka waktu lama, misalnya. Padahal kondisi seperti itu harus segera diperiksakan. Salah-salah, justru menjadi awal seseorang menderita glaukoma. Yakni hilangnya penglihatan secara perlahan.

Hal tersebut terjadi pada salah seorang mahasiswi, Komang Ayu. Dia mengungkapkan, akhir-akhir ini, matanya mulai sering lelah. Bahkan, sering kali mual dan pusing. “Ini yang membuat saya bingung. Soalnya mual dan pusing itu kan biasanya disebabkan masalah pencernaan,” lanjut mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di salah satu kampus Jember itu.

Setelah diperiksakan, lanjut wanita 22 tahun ini, dokter mendiagnosis bahwa hal itu merupakan gejala glaukoma. “Glaukoma itu merupakan suatu penyakit di mana tekanan di dalam bola mata tersebut meningkat,” tutur dr Bagas Kumoro SpM.

Tekanan itu, lanjutnya, mengakibatkan gangguan pada syaraf mata. Akibatnya, berujung pada gangguan penglihatan hingga kebutaan. Bahkan, penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk bayi yang baru lahir.

Pada dasarnya, dokter spesialis mata ini menjelaskan, glaukoma terdiri atas dua keadaan. Pertama, yang sifatnya tiba-tiba atau akut. Kedua, menahun alias kronis. Penderita glaukoma akut biasanya merasakan keluhan sangat hebat seperti nyeri, kabur mendadak, mata merah disertai rasa cekot-cekot yang menjalar ke kepala. Dia mencontohkan, jika glaukoma terjadi pada mata kanan, kepala bagian kanannya juga bakal merasakan sakit, dan sebaliknya.

Sementara itu, jika glaukoma kronis sangat susah diketahui kalau tidak diperiksa. “Biasanya, mengalami nyeri ringan dan tak kunjung sembuh meski beristirahat lama,” paparnya. Karena itu, mata harus rutin diperiksakan. Sebab, merupakan bagian tubuh yang sulit disembuhkan jika terserang penyakit. “Sulit dikembalikan meski dioperasi. Hanya menurunkan, bukan untuk melihat sepenuhnya,” paparnya.

Dokter spesialis mata di RSD dr Soebandi tersebut menerangkan, tak ada spesifikasi khusus terkait apa yang menjadi penyebab penyakit tersebut. Namun, yang paling kerap terjadi adalah terkena benda tumpul. Sebab, trauma atau terkena benda tumpul hingga pendarahan atau hifema bisa mengakibatkan tekanan bola mata meningkat. “Atau, biasa disebut glaukoma sekunder. Ada pendarahan di dalam bola mata. Tepatnya, pada bilik mata bagian depan,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/