alexametrics
21.9 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Kasus DBD Meningkat di Kabupaten Asmat, Obat dan Peralatan Terbatas

Mobile_AP_Rectangle 1

Jayapura, RADARJEMBER.ID – Kasus DBD demam berdarah dengue yang terus meningkat di Kabupaten Asmat menjadi perhatian Dinas Kesehatan Papua. Dinkes membantu 30 liter cairan pembasmi nyamuk penyebar demam berdarah dengue (DBD) yaitu nyamuk Aedes aegypti di Kabupaten Asmat.

BACA JUGA : Sampai di Madinah, Jemaah Salat Arbain

Menurut Kepala Seksi Surveilen dan Imunisasi Dinkes Asmat Darsono saat dihubungi di Jayapura, obat yang diterima Dinkes Asmat adalah malathion. Dengan adanya bantuan Malathion maka pengasapan atau fogging akan kembali dilakukan.

Mobile_AP_Rectangle 2

”Memang fogging tidak bisa dilakukan secara optimal karena persediaan menipis serta alat penyemprot yang terbatas,” katanya.

Dinkes Asmat juga hanya memiliki dua mesin untuk pengasapan atau fogging, kata Darsono. Diakui, saat ini tercatat 80 orang yang terkena DBD yang tersebar di tiga distrik yaitu Distrik Agats, Jetsy dan Distrik Suru-suru.

Saat ini tercatat tiga orang dirawat di RSUD Agats, satu orang dirawat di RSUD Timika dan 22 orang rawat jalan. Terus meningkatnya kasus DBD itu akibat banyaknya jentik nyamuk Aedes aegypti yang merupakan penyebab DBD.

- Advertisement -

Jayapura, RADARJEMBER.ID – Kasus DBD demam berdarah dengue yang terus meningkat di Kabupaten Asmat menjadi perhatian Dinas Kesehatan Papua. Dinkes membantu 30 liter cairan pembasmi nyamuk penyebar demam berdarah dengue (DBD) yaitu nyamuk Aedes aegypti di Kabupaten Asmat.

BACA JUGA : Sampai di Madinah, Jemaah Salat Arbain

Menurut Kepala Seksi Surveilen dan Imunisasi Dinkes Asmat Darsono saat dihubungi di Jayapura, obat yang diterima Dinkes Asmat adalah malathion. Dengan adanya bantuan Malathion maka pengasapan atau fogging akan kembali dilakukan.

”Memang fogging tidak bisa dilakukan secara optimal karena persediaan menipis serta alat penyemprot yang terbatas,” katanya.

Dinkes Asmat juga hanya memiliki dua mesin untuk pengasapan atau fogging, kata Darsono. Diakui, saat ini tercatat 80 orang yang terkena DBD yang tersebar di tiga distrik yaitu Distrik Agats, Jetsy dan Distrik Suru-suru.

Saat ini tercatat tiga orang dirawat di RSUD Agats, satu orang dirawat di RSUD Timika dan 22 orang rawat jalan. Terus meningkatnya kasus DBD itu akibat banyaknya jentik nyamuk Aedes aegypti yang merupakan penyebab DBD.

Jayapura, RADARJEMBER.ID – Kasus DBD demam berdarah dengue yang terus meningkat di Kabupaten Asmat menjadi perhatian Dinas Kesehatan Papua. Dinkes membantu 30 liter cairan pembasmi nyamuk penyebar demam berdarah dengue (DBD) yaitu nyamuk Aedes aegypti di Kabupaten Asmat.

BACA JUGA : Sampai di Madinah, Jemaah Salat Arbain

Menurut Kepala Seksi Surveilen dan Imunisasi Dinkes Asmat Darsono saat dihubungi di Jayapura, obat yang diterima Dinkes Asmat adalah malathion. Dengan adanya bantuan Malathion maka pengasapan atau fogging akan kembali dilakukan.

”Memang fogging tidak bisa dilakukan secara optimal karena persediaan menipis serta alat penyemprot yang terbatas,” katanya.

Dinkes Asmat juga hanya memiliki dua mesin untuk pengasapan atau fogging, kata Darsono. Diakui, saat ini tercatat 80 orang yang terkena DBD yang tersebar di tiga distrik yaitu Distrik Agats, Jetsy dan Distrik Suru-suru.

Saat ini tercatat tiga orang dirawat di RSUD Agats, satu orang dirawat di RSUD Timika dan 22 orang rawat jalan. Terus meningkatnya kasus DBD itu akibat banyaknya jentik nyamuk Aedes aegypti yang merupakan penyebab DBD.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/