alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Tak Ada Kunjungan, Belasan Napi Positif Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dada sesak dan demam tinggi yang dirasakan salah seorang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember belum lama ini membuat para petugas tracing menemukan kasus baru di lingkungan lapas.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Habib Salim menjelaskan bahwa terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi pada Sabtu (24/4). Yakni, sebanyak 15 kasus.

Habib menambahkan bahwa 11 di antaranya adalah dari Kecamatan Patrang. “Kasus-kasus tersebut adalah hasil tracing di Lapas Kelas II A Kabupaten Jember,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember mendapatkan informasi bahwa salah satu warga binaan lapas tengah dirawat di RSD dr Soebandi dengan hasil swab positif Covid-19. Lalu, Dinkes menugaskan kepada puskesmas setempat, yakni Puskesmas Patrang, untuk melakukan tracing dan pengambilan spesimen swab dari kontak erat pasien di Lapas Jember. Tepatnya pada 20 dan 21 April lalu.

Habib menyatakan bahwa dilakukan pengambilan swab kepada 36 kontak erat yang merupakan warga binaan dan petugas Lapas Jember. “Dari total tersebut, hasil swab 12 di antaranya adalah terindikasi positif Covid-19,” terangnya.

Dikonfirmasi melalui telepon, Kepala Lapas Kelas II A Jember Yandi Suyandi membenarkan hal itu. Kasus kali pertama diketahui dari salah seorang napi perempuan yang menderita dada sesak dan demam tinggi. “Setelah diperiksakan, ternyata positif Covid-19,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember. Pasien tersebut langsung menjalani perawatan di RS.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dada sesak dan demam tinggi yang dirasakan salah seorang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember belum lama ini membuat para petugas tracing menemukan kasus baru di lingkungan lapas.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Habib Salim menjelaskan bahwa terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi pada Sabtu (24/4). Yakni, sebanyak 15 kasus.

Habib menambahkan bahwa 11 di antaranya adalah dari Kecamatan Patrang. “Kasus-kasus tersebut adalah hasil tracing di Lapas Kelas II A Kabupaten Jember,” lanjutnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember mendapatkan informasi bahwa salah satu warga binaan lapas tengah dirawat di RSD dr Soebandi dengan hasil swab positif Covid-19. Lalu, Dinkes menugaskan kepada puskesmas setempat, yakni Puskesmas Patrang, untuk melakukan tracing dan pengambilan spesimen swab dari kontak erat pasien di Lapas Jember. Tepatnya pada 20 dan 21 April lalu.

Habib menyatakan bahwa dilakukan pengambilan swab kepada 36 kontak erat yang merupakan warga binaan dan petugas Lapas Jember. “Dari total tersebut, hasil swab 12 di antaranya adalah terindikasi positif Covid-19,” terangnya.

Dikonfirmasi melalui telepon, Kepala Lapas Kelas II A Jember Yandi Suyandi membenarkan hal itu. Kasus kali pertama diketahui dari salah seorang napi perempuan yang menderita dada sesak dan demam tinggi. “Setelah diperiksakan, ternyata positif Covid-19,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember. Pasien tersebut langsung menjalani perawatan di RS.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dada sesak dan demam tinggi yang dirasakan salah seorang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember belum lama ini membuat para petugas tracing menemukan kasus baru di lingkungan lapas.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Habib Salim menjelaskan bahwa terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi pada Sabtu (24/4). Yakni, sebanyak 15 kasus.

Habib menambahkan bahwa 11 di antaranya adalah dari Kecamatan Patrang. “Kasus-kasus tersebut adalah hasil tracing di Lapas Kelas II A Kabupaten Jember,” lanjutnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember mendapatkan informasi bahwa salah satu warga binaan lapas tengah dirawat di RSD dr Soebandi dengan hasil swab positif Covid-19. Lalu, Dinkes menugaskan kepada puskesmas setempat, yakni Puskesmas Patrang, untuk melakukan tracing dan pengambilan spesimen swab dari kontak erat pasien di Lapas Jember. Tepatnya pada 20 dan 21 April lalu.

Habib menyatakan bahwa dilakukan pengambilan swab kepada 36 kontak erat yang merupakan warga binaan dan petugas Lapas Jember. “Dari total tersebut, hasil swab 12 di antaranya adalah terindikasi positif Covid-19,” terangnya.

Dikonfirmasi melalui telepon, Kepala Lapas Kelas II A Jember Yandi Suyandi membenarkan hal itu. Kasus kali pertama diketahui dari salah seorang napi perempuan yang menderita dada sesak dan demam tinggi. “Setelah diperiksakan, ternyata positif Covid-19,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember. Pasien tersebut langsung menjalani perawatan di RS.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/