alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Evaluasi Gula Darah Selama Berpuasa

Buka dan Sahur Tanpa Makanan Manis

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ibadah puasa pada Ramadan merupakan momen yang ditunggu-tunggu umat muslim. Sayang, tak semua orang bisa menjalankannya lantaran memiliki keterbatasan. Salah satunya adalah para penderita diabetes melitus. Oleh karena itu, diperlukan beberapa persiapan sebelum puasa agar tidak menimbulkan komplikasi yang membahayakan kesehatan akibat proses metabolisme yang terganggu.

Rizal Try Wahyuono, salah seorang perawat yang biasa merawat pasien diabetes di RSUD Koesnadi, menerangkan bahwa pada dasarnya penderita diabetes boleh saja menjalankan ibadah puasa. Asalkan kadar gula darahnya terkontrol baik dan tidak memiliki penyakit serius lain seperti penyakit jantung atau ginjal. “Bagi penderita diabetes, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan jadwal minum obat penting untuk diperhatikan selama berpuasa,” ungkapnya.

Hal itu, lanjut dia, dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi berupa kadar gula darah turun secara drastis atau justru menjadi sangat tinggi. Gejala yang dapat dirasakan adalah sakit kepala, pusing, lemas, sering haus kejang, hingga tidak sadarkan diri. Menurut warga asal Desa/Kecamatan Ambulu tersebut, itu merupakan kondisi yang berbahaya pada penderita diabetes dan perlu segera mendapatkan penanganan medis.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam RSD dr Soebandi, dr Arif Suseno SpPD, menerangkan bahwa untuk pasien diabetes, mereka harus makan sebanyak tiga kali sehari. Ada tambahan snack, serta rutin mengonsumsi obat dan melakukan pengecekan kadar gula pada kesehariannya.

Lalu, bagaimana saat berpuasa? Mengingat, mereka hanya bisa makan pada saat sahur dan buka puasa. Terlepas dari penyakit lain seperti penyakit ginjal dan jantung, dr Arif menerangkan bahwa para penderita diabetes perlu mendapat asupan makanan yang tinggi kalori dan protein. Sebab, pasien dengan gagal ginjal atau penyakit jantung berat, mereka tidak dianjurkan untuk berpuasa.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ibadah puasa pada Ramadan merupakan momen yang ditunggu-tunggu umat muslim. Sayang, tak semua orang bisa menjalankannya lantaran memiliki keterbatasan. Salah satunya adalah para penderita diabetes melitus. Oleh karena itu, diperlukan beberapa persiapan sebelum puasa agar tidak menimbulkan komplikasi yang membahayakan kesehatan akibat proses metabolisme yang terganggu.

Rizal Try Wahyuono, salah seorang perawat yang biasa merawat pasien diabetes di RSUD Koesnadi, menerangkan bahwa pada dasarnya penderita diabetes boleh saja menjalankan ibadah puasa. Asalkan kadar gula darahnya terkontrol baik dan tidak memiliki penyakit serius lain seperti penyakit jantung atau ginjal. “Bagi penderita diabetes, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan jadwal minum obat penting untuk diperhatikan selama berpuasa,” ungkapnya.

Hal itu, lanjut dia, dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi berupa kadar gula darah turun secara drastis atau justru menjadi sangat tinggi. Gejala yang dapat dirasakan adalah sakit kepala, pusing, lemas, sering haus kejang, hingga tidak sadarkan diri. Menurut warga asal Desa/Kecamatan Ambulu tersebut, itu merupakan kondisi yang berbahaya pada penderita diabetes dan perlu segera mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam RSD dr Soebandi, dr Arif Suseno SpPD, menerangkan bahwa untuk pasien diabetes, mereka harus makan sebanyak tiga kali sehari. Ada tambahan snack, serta rutin mengonsumsi obat dan melakukan pengecekan kadar gula pada kesehariannya.

Lalu, bagaimana saat berpuasa? Mengingat, mereka hanya bisa makan pada saat sahur dan buka puasa. Terlepas dari penyakit lain seperti penyakit ginjal dan jantung, dr Arif menerangkan bahwa para penderita diabetes perlu mendapat asupan makanan yang tinggi kalori dan protein. Sebab, pasien dengan gagal ginjal atau penyakit jantung berat, mereka tidak dianjurkan untuk berpuasa.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ibadah puasa pada Ramadan merupakan momen yang ditunggu-tunggu umat muslim. Sayang, tak semua orang bisa menjalankannya lantaran memiliki keterbatasan. Salah satunya adalah para penderita diabetes melitus. Oleh karena itu, diperlukan beberapa persiapan sebelum puasa agar tidak menimbulkan komplikasi yang membahayakan kesehatan akibat proses metabolisme yang terganggu.

Rizal Try Wahyuono, salah seorang perawat yang biasa merawat pasien diabetes di RSUD Koesnadi, menerangkan bahwa pada dasarnya penderita diabetes boleh saja menjalankan ibadah puasa. Asalkan kadar gula darahnya terkontrol baik dan tidak memiliki penyakit serius lain seperti penyakit jantung atau ginjal. “Bagi penderita diabetes, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan jadwal minum obat penting untuk diperhatikan selama berpuasa,” ungkapnya.

Hal itu, lanjut dia, dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi berupa kadar gula darah turun secara drastis atau justru menjadi sangat tinggi. Gejala yang dapat dirasakan adalah sakit kepala, pusing, lemas, sering haus kejang, hingga tidak sadarkan diri. Menurut warga asal Desa/Kecamatan Ambulu tersebut, itu merupakan kondisi yang berbahaya pada penderita diabetes dan perlu segera mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam RSD dr Soebandi, dr Arif Suseno SpPD, menerangkan bahwa untuk pasien diabetes, mereka harus makan sebanyak tiga kali sehari. Ada tambahan snack, serta rutin mengonsumsi obat dan melakukan pengecekan kadar gula pada kesehariannya.

Lalu, bagaimana saat berpuasa? Mengingat, mereka hanya bisa makan pada saat sahur dan buka puasa. Terlepas dari penyakit lain seperti penyakit ginjal dan jantung, dr Arif menerangkan bahwa para penderita diabetes perlu mendapat asupan makanan yang tinggi kalori dan protein. Sebab, pasien dengan gagal ginjal atau penyakit jantung berat, mereka tidak dianjurkan untuk berpuasa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/