Dinkes Gelar Orientasi Pendampingan Ponkestren

Narasumber Melibatkan Pengurus Wilayah NU Jawa Timur

PENDAMPINGAN: Sejumlah peserta ketika mengikuti orientasi pendampingan Poskestren, kemarin.

RADARJEMBER.IDDinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang kemarin menggelar orientasi pendampingan pada Poskestren. Langkah itu ditempuh untuk meningkatkan layanan kesehatan di pesantren. Acara ini juga melibatkan narasumber dari Pengurus Wilayah (PW) NU Jawa Timur (Jatim).

IKLAN

Kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Baik perorangan maupun terorganisasi. Sebab, telah terbukti mempercepat keberhasilan pembangunan kesehatan. Sehingga derajat sehat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya dapat tercapai.

Peran serta masyarakat pada institusi keagamaan yang cukup besar sangat strategis dengan membentuk dan mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yaitu Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren).  UKBM tersebut pada pelaksanaannya lebih mengedepankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif dengan binaan puskesmas setempat.

Kondisi riil saat ini, dapat disimpulkan bahwa Poskestren yang masih terbentuk 31 persen  dengan strata-madya masih 48 persen. (selengkapnya lihat grafis). Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas maka perlu dilakukan pendampingan Poskestren yang dilakukan oleh pendamping organisasi kemasyarakatan keagamaan.

Kabid Kesmas Dinkes Lumajang dr Rosyidah menjelaskan, sebagai langkah awal yang membekali pendamping tentang kegiatan Poskestren dan menyampaikan tugas-tugas, maka perlu dilakukan orientasi pendampingan  Poskestren. Tujuannya secara umum adalah meningkatkan Poskestren dari 10 Poskestren di tahun 2019.

Karena itulah dilakukan orientasi ini dengan sejumlah materi. Jawa Pos Radar Semeru mencatat sejumlah materi yang disampaikan. Di antaranya konsep dasar Poskestren, peran ormas dalam mewujudkan pondok pesantren bersih dan sehat, tata laksana survei PHBS, SMD dan MMPP, gizi, kesehatan lingkungan, penyakit-penyakit yang sering terjadi di pondok pesantren. Narasumbernya adalah dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan PWNU Jawa Timur.

Dengan peserta dari pengasuh ponpes 10 orang, santri hasuda 20 orang, pendamping ormas 20 orang, Kemenag 1 orang, PPD 10 orang, tim pembina tk. puskesmas 40 orang, tim pembina tk. dinkes  4 orang. Digelar Rabu dan Kamis (24-25) April 2019 di Galaxy Klapan Resto.

Acara yang didanai dari Bantuan Keuangan Bidang Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2019 itu dihadiri oleh PWNU (Ketua RMI) M Abdillah Akbar SKM. Acara itu berlangsung selama dua hari dengan menyampaikan materi terkait pendampingan Poskestren.

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Ika Anggraini

Editor : Narto