alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Imbauan Tak Didukung Fasilitas

Sejumlah Wastafel Dibiarkan Rusak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember belum bebas dari Covid-19, dan petugas gabungan masih rutin melakukan operasi yustisi kepada pengguna jalan yang tidak menggunakan masker. Bukan hanya di kota, di wilayah pinggiran pun petugas rutin melakukan imbauan dan peringatan.

Sayangnya, upaya petugas ini sepertinya tidak dibarengi dengan kesiagaan fasilitas pendukungnya. Salah satunya keberadaan tandon dan wastafel di kawasan umum. Sejumlah wastafel diketahui sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan ratusan tempat cuci tangan yang tersebar hampir di seluruh pasar di Jember juga dibiarkan rusak. Padahal perlengkapan tersebut dibeli dengan biaya yang cukup mahal.

Contohnya adalah dua tempat cuci tangan yang dipasang di sekitar kawasan Alun-Alun Jember. Jika sebelumnya orang yang datang untuk berolahraga di alun-alun harus rutin mencuci tangan, kini kebiasaan itu tak lagi banyak dilakukan. Sebab, tandon yang sebelumnya selalu terisi air, kini tak lagi berfungsi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ya, sejak dua bulan ini tandon untuk cuci tangan di alun-alun itu sudah tidak terisi. Tidak hanya itu, dua keran dan tempat sabun pun sudah hilang. Wastafel pun menjadi tempat sampah. “Masa tempat cuci di alun-alun dibiarkan rusak. Padahal banyak yang membutuhkan ketika datang ke alun-alun,” kata Yuni, warga Mangli yang datang ke alun-alun.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember belum bebas dari Covid-19, dan petugas gabungan masih rutin melakukan operasi yustisi kepada pengguna jalan yang tidak menggunakan masker. Bukan hanya di kota, di wilayah pinggiran pun petugas rutin melakukan imbauan dan peringatan.

Sayangnya, upaya petugas ini sepertinya tidak dibarengi dengan kesiagaan fasilitas pendukungnya. Salah satunya keberadaan tandon dan wastafel di kawasan umum. Sejumlah wastafel diketahui sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan ratusan tempat cuci tangan yang tersebar hampir di seluruh pasar di Jember juga dibiarkan rusak. Padahal perlengkapan tersebut dibeli dengan biaya yang cukup mahal.

Contohnya adalah dua tempat cuci tangan yang dipasang di sekitar kawasan Alun-Alun Jember. Jika sebelumnya orang yang datang untuk berolahraga di alun-alun harus rutin mencuci tangan, kini kebiasaan itu tak lagi banyak dilakukan. Sebab, tandon yang sebelumnya selalu terisi air, kini tak lagi berfungsi.

Ya, sejak dua bulan ini tandon untuk cuci tangan di alun-alun itu sudah tidak terisi. Tidak hanya itu, dua keran dan tempat sabun pun sudah hilang. Wastafel pun menjadi tempat sampah. “Masa tempat cuci di alun-alun dibiarkan rusak. Padahal banyak yang membutuhkan ketika datang ke alun-alun,” kata Yuni, warga Mangli yang datang ke alun-alun.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember belum bebas dari Covid-19, dan petugas gabungan masih rutin melakukan operasi yustisi kepada pengguna jalan yang tidak menggunakan masker. Bukan hanya di kota, di wilayah pinggiran pun petugas rutin melakukan imbauan dan peringatan.

Sayangnya, upaya petugas ini sepertinya tidak dibarengi dengan kesiagaan fasilitas pendukungnya. Salah satunya keberadaan tandon dan wastafel di kawasan umum. Sejumlah wastafel diketahui sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan ratusan tempat cuci tangan yang tersebar hampir di seluruh pasar di Jember juga dibiarkan rusak. Padahal perlengkapan tersebut dibeli dengan biaya yang cukup mahal.

Contohnya adalah dua tempat cuci tangan yang dipasang di sekitar kawasan Alun-Alun Jember. Jika sebelumnya orang yang datang untuk berolahraga di alun-alun harus rutin mencuci tangan, kini kebiasaan itu tak lagi banyak dilakukan. Sebab, tandon yang sebelumnya selalu terisi air, kini tak lagi berfungsi.

Ya, sejak dua bulan ini tandon untuk cuci tangan di alun-alun itu sudah tidak terisi. Tidak hanya itu, dua keran dan tempat sabun pun sudah hilang. Wastafel pun menjadi tempat sampah. “Masa tempat cuci di alun-alun dibiarkan rusak. Padahal banyak yang membutuhkan ketika datang ke alun-alun,” kata Yuni, warga Mangli yang datang ke alun-alun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/