alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Belum Ada Kepastian Hasil Swab

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus kematian salah seorang warga di Dusun Purwojati, Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, Rabu (23/6) lalu, membuat warga sekitar cemas. Sebab, dia dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami sesak napas alias probable gejala berat Covid-19, dan meninggal sebelum hasil swab keluar. Belum lagi, beberapa warga yang tinggal berdekatan dengan almarhum mengalami sakit dengan sebab yang belum diketahui itu gejala Covid-19 atau bukan.

Kepala Desa Dukuhdempok Miftahul Munir mengungkapkan bahwa pihaknya melalui petugas PPKM mikro bersama tenaga kesehatan setempat sudah melakukan tracing pada kontak erat keluarga korban. Serta penyemprotan disinfektan di sekitar rumah korban. Hal itu dia akui untuk meminimalisasi kemungkinan paparan Covid-19.

Lantas, apakah salah seorang warga yang meninggal itu benar-benar terpapar Covid-19? Hingga berita ini ditulis, Miftah tidak bisa memberikan jawaban lantaran hasil swab yang bersangkutan belum keluar. Nah, untuk mengantisipasi itu, korban tetap dimakamkan sesuai protokol kesehatan (prokes). “Untungnya, keluarga korban melek prokes dan berkenan jika keluarganya dimakamkan dengan cara itu,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Gedung DPRD Tutup Sementara Setelah Ketua Pansus Dinyatakan Positif Covid-19

Sementara itu, bagaimana dengan kondisi para tetangga yang mengeluhkan sakit setelah menjenguk keluarga korban? Miftah menerangkan bahwa sebenarnya tak ada satu pun tetangga yang sekarang mengeluh kesakitan setelah menjenguk korban. “Tapi nggak tahu kalau menjenguk tetangga lain,” paparnya. Sebab, sebelumnya juga ada warga lain yang meninggal. “Sudah sepuh dan tidak diketahui Covid-19 atau bukan,” ungkapnya.

Namun, berdasarkan pantauan Miftah di lapangan, dia menuturkan bahwa menurut pemeriksaan tenaga kesehatan setempat alias mantri, salah seorang warga yang sakit tersebut hanya menderita tifus. “Tapi, itu atas dasar pemeriksaan mantri desa, ya,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus kematian salah seorang warga di Dusun Purwojati, Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, Rabu (23/6) lalu, membuat warga sekitar cemas. Sebab, dia dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami sesak napas alias probable gejala berat Covid-19, dan meninggal sebelum hasil swab keluar. Belum lagi, beberapa warga yang tinggal berdekatan dengan almarhum mengalami sakit dengan sebab yang belum diketahui itu gejala Covid-19 atau bukan.

Kepala Desa Dukuhdempok Miftahul Munir mengungkapkan bahwa pihaknya melalui petugas PPKM mikro bersama tenaga kesehatan setempat sudah melakukan tracing pada kontak erat keluarga korban. Serta penyemprotan disinfektan di sekitar rumah korban. Hal itu dia akui untuk meminimalisasi kemungkinan paparan Covid-19.

Lantas, apakah salah seorang warga yang meninggal itu benar-benar terpapar Covid-19? Hingga berita ini ditulis, Miftah tidak bisa memberikan jawaban lantaran hasil swab yang bersangkutan belum keluar. Nah, untuk mengantisipasi itu, korban tetap dimakamkan sesuai protokol kesehatan (prokes). “Untungnya, keluarga korban melek prokes dan berkenan jika keluarganya dimakamkan dengan cara itu,” lanjutnya.

BACA JUGA : Gedung DPRD Tutup Sementara Setelah Ketua Pansus Dinyatakan Positif Covid-19

Sementara itu, bagaimana dengan kondisi para tetangga yang mengeluhkan sakit setelah menjenguk keluarga korban? Miftah menerangkan bahwa sebenarnya tak ada satu pun tetangga yang sekarang mengeluh kesakitan setelah menjenguk korban. “Tapi nggak tahu kalau menjenguk tetangga lain,” paparnya. Sebab, sebelumnya juga ada warga lain yang meninggal. “Sudah sepuh dan tidak diketahui Covid-19 atau bukan,” ungkapnya.

Namun, berdasarkan pantauan Miftah di lapangan, dia menuturkan bahwa menurut pemeriksaan tenaga kesehatan setempat alias mantri, salah seorang warga yang sakit tersebut hanya menderita tifus. “Tapi, itu atas dasar pemeriksaan mantri desa, ya,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus kematian salah seorang warga di Dusun Purwojati, Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, Rabu (23/6) lalu, membuat warga sekitar cemas. Sebab, dia dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami sesak napas alias probable gejala berat Covid-19, dan meninggal sebelum hasil swab keluar. Belum lagi, beberapa warga yang tinggal berdekatan dengan almarhum mengalami sakit dengan sebab yang belum diketahui itu gejala Covid-19 atau bukan.

Kepala Desa Dukuhdempok Miftahul Munir mengungkapkan bahwa pihaknya melalui petugas PPKM mikro bersama tenaga kesehatan setempat sudah melakukan tracing pada kontak erat keluarga korban. Serta penyemprotan disinfektan di sekitar rumah korban. Hal itu dia akui untuk meminimalisasi kemungkinan paparan Covid-19.

Lantas, apakah salah seorang warga yang meninggal itu benar-benar terpapar Covid-19? Hingga berita ini ditulis, Miftah tidak bisa memberikan jawaban lantaran hasil swab yang bersangkutan belum keluar. Nah, untuk mengantisipasi itu, korban tetap dimakamkan sesuai protokol kesehatan (prokes). “Untungnya, keluarga korban melek prokes dan berkenan jika keluarganya dimakamkan dengan cara itu,” lanjutnya.

BACA JUGA : Gedung DPRD Tutup Sementara Setelah Ketua Pansus Dinyatakan Positif Covid-19

Sementara itu, bagaimana dengan kondisi para tetangga yang mengeluhkan sakit setelah menjenguk keluarga korban? Miftah menerangkan bahwa sebenarnya tak ada satu pun tetangga yang sekarang mengeluh kesakitan setelah menjenguk korban. “Tapi nggak tahu kalau menjenguk tetangga lain,” paparnya. Sebab, sebelumnya juga ada warga lain yang meninggal. “Sudah sepuh dan tidak diketahui Covid-19 atau bukan,” ungkapnya.

Namun, berdasarkan pantauan Miftah di lapangan, dia menuturkan bahwa menurut pemeriksaan tenaga kesehatan setempat alias mantri, salah seorang warga yang sakit tersebut hanya menderita tifus. “Tapi, itu atas dasar pemeriksaan mantri desa, ya,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/