alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Rapid Test Santri Belum Menyeluruh

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Imbauan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mengizinkan para santri mudik juga dilakukan oleh Pemkab Jember. Beberapa pekan menjelang perayaan Idul Fitri, Bupati Jember Hendy Siswanto menyilakan santri di Kabupaten Jember untuk mudik. Kendati begitu, pemkab bakal terus memantau. Termasuk melakukan screening lanjutan untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Baik saat mereka pulang maupun saat balik ke pesantren masing-masing.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Wiwik Supartiwi menerangkan, pihaknya sudah menggelar rapid test gratis untuk para santri. “Khususnya, santri yang balik ke Ponpes Nurul Jadid dan Gontor,” terangnya.

Mantan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember ini menyatakan, pihaknya juga sudah melakukan pendataan berapa jumlah santri Jember yang mondok di luar. Lalu, bagaimana dengan santri luar yang kembali ke Jember? “Untuk ini, kami melakukan rapid test secara random karena bergantung pada rapid test antigen yang terbatas,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menuturkan, pihaknya tidak bisa melakukan rapid test secara menyeluruh kepada semua santri yang berasal dari luar Jember. Upaya yang paling bisa dilakukan saat ini adalah dengan mewajibkan santri yang tidak kebagian rapid test dari pemkab melakukan rapid test secara mandiri di tempatnya masing-masing.

Ditanya tentang jumlah santri yang sudah dan akan mendapatkan rapid test antigen, dr Wiwik mengungkapkan, datanya bisa langsung ditanyakan ke Plt Kabid Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fayankes) dr Lilik Lailiyah. Namun, saat dikonfirmasi, dia tidak merespons. Karena itu, data terkait hasil rapid test yang dilakukan Pemkab Jember tidak bisa dipublikasikan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Imbauan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mengizinkan para santri mudik juga dilakukan oleh Pemkab Jember. Beberapa pekan menjelang perayaan Idul Fitri, Bupati Jember Hendy Siswanto menyilakan santri di Kabupaten Jember untuk mudik. Kendati begitu, pemkab bakal terus memantau. Termasuk melakukan screening lanjutan untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Baik saat mereka pulang maupun saat balik ke pesantren masing-masing.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Wiwik Supartiwi menerangkan, pihaknya sudah menggelar rapid test gratis untuk para santri. “Khususnya, santri yang balik ke Ponpes Nurul Jadid dan Gontor,” terangnya.

Mantan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember ini menyatakan, pihaknya juga sudah melakukan pendataan berapa jumlah santri Jember yang mondok di luar. Lalu, bagaimana dengan santri luar yang kembali ke Jember? “Untuk ini, kami melakukan rapid test secara random karena bergantung pada rapid test antigen yang terbatas,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dia menuturkan, pihaknya tidak bisa melakukan rapid test secara menyeluruh kepada semua santri yang berasal dari luar Jember. Upaya yang paling bisa dilakukan saat ini adalah dengan mewajibkan santri yang tidak kebagian rapid test dari pemkab melakukan rapid test secara mandiri di tempatnya masing-masing.

Ditanya tentang jumlah santri yang sudah dan akan mendapatkan rapid test antigen, dr Wiwik mengungkapkan, datanya bisa langsung ditanyakan ke Plt Kabid Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fayankes) dr Lilik Lailiyah. Namun, saat dikonfirmasi, dia tidak merespons. Karena itu, data terkait hasil rapid test yang dilakukan Pemkab Jember tidak bisa dipublikasikan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Imbauan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mengizinkan para santri mudik juga dilakukan oleh Pemkab Jember. Beberapa pekan menjelang perayaan Idul Fitri, Bupati Jember Hendy Siswanto menyilakan santri di Kabupaten Jember untuk mudik. Kendati begitu, pemkab bakal terus memantau. Termasuk melakukan screening lanjutan untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Baik saat mereka pulang maupun saat balik ke pesantren masing-masing.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Wiwik Supartiwi menerangkan, pihaknya sudah menggelar rapid test gratis untuk para santri. “Khususnya, santri yang balik ke Ponpes Nurul Jadid dan Gontor,” terangnya.

Mantan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember ini menyatakan, pihaknya juga sudah melakukan pendataan berapa jumlah santri Jember yang mondok di luar. Lalu, bagaimana dengan santri luar yang kembali ke Jember? “Untuk ini, kami melakukan rapid test secara random karena bergantung pada rapid test antigen yang terbatas,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dia menuturkan, pihaknya tidak bisa melakukan rapid test secara menyeluruh kepada semua santri yang berasal dari luar Jember. Upaya yang paling bisa dilakukan saat ini adalah dengan mewajibkan santri yang tidak kebagian rapid test dari pemkab melakukan rapid test secara mandiri di tempatnya masing-masing.

Ditanya tentang jumlah santri yang sudah dan akan mendapatkan rapid test antigen, dr Wiwik mengungkapkan, datanya bisa langsung ditanyakan ke Plt Kabid Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fayankes) dr Lilik Lailiyah. Namun, saat dikonfirmasi, dia tidak merespons. Karena itu, data terkait hasil rapid test yang dilakukan Pemkab Jember tidak bisa dipublikasikan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/