alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Informasi Vaksinasi Tenaga Pendidik Belum Merata

Guru Masih Menunggu Teknis Pelaksanaan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Vaksinasi tahap kedua yang sedianya dilakukan mulai kemarin (24/2) dijadwalkan menyasar petugas pelayanan publik yang meliputi guru, tenaga pendidik, TNI, Polri, DPR, DPRD, tokoh agama, pejabat daerah, ASN, dan lainnya. Pada tenaga pendidik, maka setidaknya terdapat 21. 829 guru yang mendapat vaksinasi.

Sayangnya, tidak semua guru mendapatkan informasi mengenai program vaksinasi tahap dua. Salah satunya adalah guru dari sekolah pinggiran di SDN Wonosari 03, Ikawati. Dia menerangkan, sekolahnya belum mendapat informasi terkait pelaksanaan vaksinasi. “Hingga saat ini tidak ada surat edaran yang diterima oleh sekolah terkait vaksinasi,” ungkapnya, Rabu (24/2).

Ikawati berharap dalam waktu dekat ada sosialisasi atau pemberitahuan terkait program tersebut. Sebab, wacana pembelajaran tatap muka akan segera dilakukan setelah simulasi tatap muka digelar. Jika guru telah mendapatkan vaksinasi, maka akan memberikan rasa aman saat melakukan pembelajaran tatap muka.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Mochamad Ghozali, anggota Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Jember, mengungkapkan, sekolahnya yang berlokasi di Jenggawah telah melakukan pendataan terkait vaksinasi tahap kedua ini. Pendataan jumlah penerima vaksin telah dilakukan sekitar dua pekan lalu. “Tapi, setelah itu tidak ada kabar lagi,” ungkap Ghozali.

Pendataan yang diberikan kepada Dinas Pendidikan meliputi pengumpulan berkas KTP dan KK. Namun, setelah pendataan berlangsung, tidak ada tindak lanjut lagi mengenai teknis atau skema untuk pelaksanaan vaksinasi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Vaksinasi tahap kedua yang sedianya dilakukan mulai kemarin (24/2) dijadwalkan menyasar petugas pelayanan publik yang meliputi guru, tenaga pendidik, TNI, Polri, DPR, DPRD, tokoh agama, pejabat daerah, ASN, dan lainnya. Pada tenaga pendidik, maka setidaknya terdapat 21. 829 guru yang mendapat vaksinasi.

Sayangnya, tidak semua guru mendapatkan informasi mengenai program vaksinasi tahap dua. Salah satunya adalah guru dari sekolah pinggiran di SDN Wonosari 03, Ikawati. Dia menerangkan, sekolahnya belum mendapat informasi terkait pelaksanaan vaksinasi. “Hingga saat ini tidak ada surat edaran yang diterima oleh sekolah terkait vaksinasi,” ungkapnya, Rabu (24/2).

Ikawati berharap dalam waktu dekat ada sosialisasi atau pemberitahuan terkait program tersebut. Sebab, wacana pembelajaran tatap muka akan segera dilakukan setelah simulasi tatap muka digelar. Jika guru telah mendapatkan vaksinasi, maka akan memberikan rasa aman saat melakukan pembelajaran tatap muka.

Sementara itu, Mochamad Ghozali, anggota Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Jember, mengungkapkan, sekolahnya yang berlokasi di Jenggawah telah melakukan pendataan terkait vaksinasi tahap kedua ini. Pendataan jumlah penerima vaksin telah dilakukan sekitar dua pekan lalu. “Tapi, setelah itu tidak ada kabar lagi,” ungkap Ghozali.

Pendataan yang diberikan kepada Dinas Pendidikan meliputi pengumpulan berkas KTP dan KK. Namun, setelah pendataan berlangsung, tidak ada tindak lanjut lagi mengenai teknis atau skema untuk pelaksanaan vaksinasi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Vaksinasi tahap kedua yang sedianya dilakukan mulai kemarin (24/2) dijadwalkan menyasar petugas pelayanan publik yang meliputi guru, tenaga pendidik, TNI, Polri, DPR, DPRD, tokoh agama, pejabat daerah, ASN, dan lainnya. Pada tenaga pendidik, maka setidaknya terdapat 21. 829 guru yang mendapat vaksinasi.

Sayangnya, tidak semua guru mendapatkan informasi mengenai program vaksinasi tahap dua. Salah satunya adalah guru dari sekolah pinggiran di SDN Wonosari 03, Ikawati. Dia menerangkan, sekolahnya belum mendapat informasi terkait pelaksanaan vaksinasi. “Hingga saat ini tidak ada surat edaran yang diterima oleh sekolah terkait vaksinasi,” ungkapnya, Rabu (24/2).

Ikawati berharap dalam waktu dekat ada sosialisasi atau pemberitahuan terkait program tersebut. Sebab, wacana pembelajaran tatap muka akan segera dilakukan setelah simulasi tatap muka digelar. Jika guru telah mendapatkan vaksinasi, maka akan memberikan rasa aman saat melakukan pembelajaran tatap muka.

Sementara itu, Mochamad Ghozali, anggota Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Jember, mengungkapkan, sekolahnya yang berlokasi di Jenggawah telah melakukan pendataan terkait vaksinasi tahap kedua ini. Pendataan jumlah penerima vaksin telah dilakukan sekitar dua pekan lalu. “Tapi, setelah itu tidak ada kabar lagi,” ungkap Ghozali.

Pendataan yang diberikan kepada Dinas Pendidikan meliputi pengumpulan berkas KTP dan KK. Namun, setelah pendataan berlangsung, tidak ada tindak lanjut lagi mengenai teknis atau skema untuk pelaksanaan vaksinasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/