alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Stop Konsumsi Obat Sebelum Tahu Penyakitnya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gejala nyeri pada kaki kerap terjadi pada usia 30 tahun ke atas. Mustholifah, misalnya. Warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Ambulu, tersebut mengaku kerap sakit pada persendian lutut dan tungkainya. Apalagi kalau seharian banyak beraktivitas. Malam harinya, perempuan 65 tahun ini sering tak bisa tidur karena penyakitnya kambuh.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, nenek tiga cucu tersebut menuturkan, sakit yang dia derita sudah terjadi sejak usia kepala tiga. “Sudah saya obati dengan berbagai obat asam urat, tapi tak kunjung sembuh,” paparnya. Lalu, apakah yang diderita Mustholifah benar-benar asam urat?

Dokter spesialis tulang di RSD dr Soebandi, dr I Nyoman Semita, menjelaskan, kasus asam urat tak seperti yang dibayangkan karena kejadiannya sangat jarang sekali. Namun, masyarakat kerap berprasangka bahwa sakit yang mereka derita adalah asam urat, padahal sebenarnya penyakit lain. “Faktanya, penderita asam urat itu lima banding seribu. Selama 21 tahun saya bekerja menjadi dokter, baru mendapatkan pasien penderita asam urat sekitar 10 orang,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, nyeri yang umumnya diderita itu bisa disebabkan banyak hal. Bisa problem psikis, kelainan syaraf, kelainan pembuluh darah, kelainan organ dalam, kelainan otot, kelainan tulang, dan kelainan sendi. “Dari beberapa alasan itu, tulang dan sendi merupakan penyebab yang paling belakang dan jarang terjadi,” ungkapnya.

Menurut dr Nyoman, kesalahan penyebutan tersebut ada pada anggapan masyarakat sejak dulu. Banyak yang mengira kalau nyeri pada kaki itu pasti asam urat atau rematik. “Padahal, tidak selalu,” jelasnya.

Kelainan sendi karena asam urat, kata dia, ditandai dengan munculnya benjolan di bawah kulit sekitar sendi. Misalnya, jika sakit di lengan atas, akan ada benjolan di siku. Kalau lutut, depan lutut muncul benjolan. Jika kaki, benjolan akan ada di punggung kaki. Kalau benjolan itu pecah, akan mengeluarkan zat menyerupai kapur. “Nah, kalau sudah seperti itu, baru namanya kelainan sendi karena diduga asam urat,” paparnya.

“Faktanya, penderita asam urat itu lima banding seribu. Selama 21 tahun saya bekerja menjadi dokter, baru mendapatkan pasien penderita asam urat sekitar 10 orang.” dr I Nyoman Semita, Dokter Spesialis Tulang RSD dr Soebandi.

Untuk memastikan, dia menyarankan agar pasien memeriksakan diri di laboratorium, kemudian dilakukan rontgen. “Sayangnya, sakit ini tidak bisa disembuhkan. Oleh karena itu, masyarakat harus benar-benar menjaga pola hidup dan pola makan,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gejala nyeri pada kaki kerap terjadi pada usia 30 tahun ke atas. Mustholifah, misalnya. Warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Ambulu, tersebut mengaku kerap sakit pada persendian lutut dan tungkainya. Apalagi kalau seharian banyak beraktivitas. Malam harinya, perempuan 65 tahun ini sering tak bisa tidur karena penyakitnya kambuh.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, nenek tiga cucu tersebut menuturkan, sakit yang dia derita sudah terjadi sejak usia kepala tiga. “Sudah saya obati dengan berbagai obat asam urat, tapi tak kunjung sembuh,” paparnya. Lalu, apakah yang diderita Mustholifah benar-benar asam urat?

Dokter spesialis tulang di RSD dr Soebandi, dr I Nyoman Semita, menjelaskan, kasus asam urat tak seperti yang dibayangkan karena kejadiannya sangat jarang sekali. Namun, masyarakat kerap berprasangka bahwa sakit yang mereka derita adalah asam urat, padahal sebenarnya penyakit lain. “Faktanya, penderita asam urat itu lima banding seribu. Selama 21 tahun saya bekerja menjadi dokter, baru mendapatkan pasien penderita asam urat sekitar 10 orang,” terangnya.

Menurut dia, nyeri yang umumnya diderita itu bisa disebabkan banyak hal. Bisa problem psikis, kelainan syaraf, kelainan pembuluh darah, kelainan organ dalam, kelainan otot, kelainan tulang, dan kelainan sendi. “Dari beberapa alasan itu, tulang dan sendi merupakan penyebab yang paling belakang dan jarang terjadi,” ungkapnya.

Menurut dr Nyoman, kesalahan penyebutan tersebut ada pada anggapan masyarakat sejak dulu. Banyak yang mengira kalau nyeri pada kaki itu pasti asam urat atau rematik. “Padahal, tidak selalu,” jelasnya.

Kelainan sendi karena asam urat, kata dia, ditandai dengan munculnya benjolan di bawah kulit sekitar sendi. Misalnya, jika sakit di lengan atas, akan ada benjolan di siku. Kalau lutut, depan lutut muncul benjolan. Jika kaki, benjolan akan ada di punggung kaki. Kalau benjolan itu pecah, akan mengeluarkan zat menyerupai kapur. “Nah, kalau sudah seperti itu, baru namanya kelainan sendi karena diduga asam urat,” paparnya.

“Faktanya, penderita asam urat itu lima banding seribu. Selama 21 tahun saya bekerja menjadi dokter, baru mendapatkan pasien penderita asam urat sekitar 10 orang.” dr I Nyoman Semita, Dokter Spesialis Tulang RSD dr Soebandi.

Untuk memastikan, dia menyarankan agar pasien memeriksakan diri di laboratorium, kemudian dilakukan rontgen. “Sayangnya, sakit ini tidak bisa disembuhkan. Oleh karena itu, masyarakat harus benar-benar menjaga pola hidup dan pola makan,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gejala nyeri pada kaki kerap terjadi pada usia 30 tahun ke atas. Mustholifah, misalnya. Warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Ambulu, tersebut mengaku kerap sakit pada persendian lutut dan tungkainya. Apalagi kalau seharian banyak beraktivitas. Malam harinya, perempuan 65 tahun ini sering tak bisa tidur karena penyakitnya kambuh.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, nenek tiga cucu tersebut menuturkan, sakit yang dia derita sudah terjadi sejak usia kepala tiga. “Sudah saya obati dengan berbagai obat asam urat, tapi tak kunjung sembuh,” paparnya. Lalu, apakah yang diderita Mustholifah benar-benar asam urat?

Dokter spesialis tulang di RSD dr Soebandi, dr I Nyoman Semita, menjelaskan, kasus asam urat tak seperti yang dibayangkan karena kejadiannya sangat jarang sekali. Namun, masyarakat kerap berprasangka bahwa sakit yang mereka derita adalah asam urat, padahal sebenarnya penyakit lain. “Faktanya, penderita asam urat itu lima banding seribu. Selama 21 tahun saya bekerja menjadi dokter, baru mendapatkan pasien penderita asam urat sekitar 10 orang,” terangnya.

Menurut dia, nyeri yang umumnya diderita itu bisa disebabkan banyak hal. Bisa problem psikis, kelainan syaraf, kelainan pembuluh darah, kelainan organ dalam, kelainan otot, kelainan tulang, dan kelainan sendi. “Dari beberapa alasan itu, tulang dan sendi merupakan penyebab yang paling belakang dan jarang terjadi,” ungkapnya.

Menurut dr Nyoman, kesalahan penyebutan tersebut ada pada anggapan masyarakat sejak dulu. Banyak yang mengira kalau nyeri pada kaki itu pasti asam urat atau rematik. “Padahal, tidak selalu,” jelasnya.

Kelainan sendi karena asam urat, kata dia, ditandai dengan munculnya benjolan di bawah kulit sekitar sendi. Misalnya, jika sakit di lengan atas, akan ada benjolan di siku. Kalau lutut, depan lutut muncul benjolan. Jika kaki, benjolan akan ada di punggung kaki. Kalau benjolan itu pecah, akan mengeluarkan zat menyerupai kapur. “Nah, kalau sudah seperti itu, baru namanya kelainan sendi karena diduga asam urat,” paparnya.

“Faktanya, penderita asam urat itu lima banding seribu. Selama 21 tahun saya bekerja menjadi dokter, baru mendapatkan pasien penderita asam urat sekitar 10 orang.” dr I Nyoman Semita, Dokter Spesialis Tulang RSD dr Soebandi.

Untuk memastikan, dia menyarankan agar pasien memeriksakan diri di laboratorium, kemudian dilakukan rontgen. “Sayangnya, sakit ini tidak bisa disembuhkan. Oleh karena itu, masyarakat harus benar-benar menjaga pola hidup dan pola makan,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/