KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Kabar gembira datang untuk para tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Jember. Setelah lama bergelut dengan Covid-19, insentif yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Meski sebelumnya selama-berbulan-bulan dana yang seharusnya menjadi hak mereka tersendat dan tak bisa cair.

 

“Para nakes itu belum mendapatkan insentif sejak November 2020 hingga Mei 2021.” HENDY SISWANTO (Bupati Jember)

Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa pihaknya telah menyalurkan insentif nakes tahap pertama sejak Kamis (22/7) lalu. Hendy menyebut, insentif tersebut merupakan utang yang harus dibayar kepada para nakes, setelah berjuang melawan Covid-19 sejak tahun lalu. “Para nakes itu belum mendapatkan insentif sejak November 2020 hingga Mei 2021,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dr Alfi Yudisianto membenarkan hal tersebut. Dia menambahkan bahwa pemerintah sudah menyediakan dana sebesar Rp 8,7 miliar untuk membayar insentif nakes hingga Mei. Namun, dia menjelaskan bahwa pendistribusiannya bakal dilakukan secara bertahap lantaran begitu banyak dan lamanya insentif tersebut tidak dibayarkan.

Harapannya, insentif untuk para nakes tersebut dapat menebus jerih payah mereka selama ini. “Itu hak mereka. Meski sebenarnya, ada tidaknya insentif tersebut, upaya mereka dalam menangani Covid-19 tidak main-main,” paparnya. Dia menambahkan, insentif itu dapat menjadi angin segar yang bisa menumbuhkan semangat para nakes itu dalam menangani pasien-pasien yang terpapar Covid-19.