Untuk Mewujudkan Kesehatan Jiwa dan Napza Dinkes Bentengi Generasi Remaja

IKA ANGGRAENI / RAME BENTENGI REMAJA: Dinas Kesehatan ketika membuka acara Workshop Kesehatan Jiwa dan Napza di Gedung Sudjono Lumajang, kemarin.

RADARJEMBER.ID-Di tengah era keterbukaan yang ditopang dengan pengaruh teknologi serba mudah, usia remaja dipandang begitu rentan. Rentan dari pengaruh negatif. Maka dari itu, Dinas Kesehatan (dinkes) Lumajang mengagendakan Workshop Kesehatan Jiwa dan Napza yang difokuskan pada anak-anak remaja.

IKLAN

Acara yang digelar di Gedung Sudjono itu dimulai pukul 08.00. Workshop (lokakarya) ini bertema “Mari Bersama Kita Wujudkan Remaja Sehat Jiwa”. Setelah seremonial pembukaan oleh Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili sekretaris Dinkes dr Bayu Wibowo, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi.

Pertama, materi mengenal gangguan jiwa yang kerap terjadi pada remaja. Kedua, mengenal sumber stres dan perilaku bullying pada remaja. Dua materi itu dibawakan oleh dr Benediktus Elie Lie SpKJ dari Surabaya. Materi berikutnya adalah deteksi dini penyalahgunaan napza dan dampak buruk penggunaan napza. Disampaikan Muhammad Irsad Spsi MPSi. Setiap penyampaian materi antusias peserta begitu tinggi. Sebab, isi materi bersentuhan dengan aktivitas para remaja.

Kegiatan ini berlangsung dengan melibatkan sedikitnya 300 orang peserta. Dari pengelola program kesehatan jiwa puskesmas 25 orang, guru BP/ pendamping SMP terpilih sebanyak 25 orang, dan peserta dari SMP terpilih sebanyak 250 orang.

Harapannya, semua kegiatan bisa membawa manfaat bagi peserta. Ilmu yang didapatkan dapat diterapkan di fasilitas kesehatan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agar menjadi remaja lebih berkualitas bertanggung jawab dan memiliki status kesehatan jiwa yang optimal.

Kepala bidang pencegahan dan pengendalian Dinkes Lumajang Agus Hari Widodo SKM MKes menjelaskan, tujuan workshop untuk pembinaan remaja SMP. Sebab, masa usia SMP akan mudah dipengaruhi hal negatif. “Karena usia ini di Lumajang dibilang dewasa kurang, anak kecil juga bukan. Usia ini mudah dan rentan dipengaruhi. Tujuan kita preventif dan detektif. Sehingga bisa membentengi diri remaja Lumajang,” katanya.

Kemudian, targetnya paling tidak remaja bisa memanfaatkan sarana di puskesmas. Ada deteksi dini kemudian bisa berkonsultasi masalah kejiwaan. Sehingga, ke depannya urusan kejiwaan bisa dikendalikan. “Tujaunnya promotif dan preventif,” jelasnya.

Dia memprediksi tingkat sosial sekarang cukup rawan. “Kalau tidak dibentengi, kita khawatir anak-anak remaja akan terpengaruh. Sebut saja misalnya, remaja mudah lihat dan mengunduh hal negatif di android. Itu akan mudah. Termasuk hal-hal dewasa bisa diakses. Makanya perlu dibentengi,” pungkasnya.

Reporter : Hafid Asnan
Fotografer : IKA ANGGRAENI
Editor : Narto
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.

Reporter :

Fotografer :

Editor :