Jangan Salah Penanganan Usus Buntu

Humas RSU Kaliwates for Radar Jember PENANGANAN CEPAT: Poli penyakit dalam RSU Kaliwates bisa menjadi salah satu rujukan pemeriksaan penyakit usus buntu.

RADARJEMBER.ID- Sekilas, sakit perut karena mag dan usus buntu memiliki gejala yang hampir sama. Tak jarang, hal ini membuat banyak orang salah mengartikan sakit perut yang dirasa. Akibatnya, beberapa orang yang memang sebenarnya punya usus buntu menyangka jika dirinya hanya mengalami sakit perut karena telat makan.

IKLAN

Oleh karena itulah, masyarakat mengartikan penyebab sakit perut bisa berujung pada salah diagnosis dan pengobatannya. Pada akhirnya, ini bisa membuat gejala usus buntu yang diderita semakin parah. Itu sebabnya perlu mengetahui perbedaan gejala yang ditimbulkan kedua penyakit ini, agar bisa memberikan pengobatan yang tepat untuk kedua kondisi tersebut.

Kepala RSU Kaliwates dr Niluh Hendrawanti menuturkan, usus buntu atau appendicitis adalah peradangan yang terjadi di apendiks atau usus buntu. Usus buntu adalah sebuah struktur berbentuk selang kecil yang menempel pada bagian awal usus besar yang terletak di perut bagian kanan bawah.

Jika tidak segera diobati, usus buntu dapat pecah dan menyebarkan infeksi ke bagian perut lainnya. “Kalau situasi tersebut sudah terjadi, bagian lapisan perut juga akan ikut mengalami peradangan yang bisa berakibat fatal,” tuturnya.

Tanda utama sakit perut akibat gejala usus buntu adalah rasa sakit di perut bawah bagian kanan. Pada awalnya, rasa sakit dimulai pada daerah tengah perut atau sekitar pusar yang terasa timbul tenggelam. “Lalu, rasa sakit ini perlahan-lahan bergerak ke bagian kanan bawah perut dan cenderung akan terfokus pada tempat di mana usus buntu berada,” lanjut dr Niluh.

Sakit perut, kata dia, juga akan semakin memburuk ketika pasien mengambil napas dalam-dalam, batuk, bersin, berjalan, atau gerakan yang menimbulkan penekanan pada perut kanan bawah. Selain sakit di perut bawah bagian kanan, lanjut dia, usus buntu juga akan menimbulkan beberapa gejala lainnya. Antara lain nafsu makan menurun, timbulnya rasa mual, bahkan sampai muntah, perut kembung, tidak bisa buang angin, serta demam.

Berbeda dengan mag, lanjut Niluh, seseorang yang mengalami mag biasanya merasakan perasaan tidak nyaman atau nyeri pada saluran pencernaan bagian atas seperti perut, kerongkongan, ataupun usus dua belas jari. Gejala penyakit mag yang paling sering muncul, lanjut dia, perut kembung yang diakibatkan oleh gas dalam lambung.

Selain itu, kata dia, gejala lain yang mungkin muncul adalah mual dan muntah, perut terasa panas, sering beserdawa, akibat gas yang dihasilkan lambung, merasa sakit di bagian perut dan bagian dada, munculnya rasa asam di mulut.

Pada dasarnya, Niluh menjelaskan, perbedaan paling mencolok antara sakit perut karena usus buntu dan mag adalah terletak pada lokasi sakitnya. Mag menyebabkan rasa sakit di perut bagian atas atau di sekitar ulu hati. “Selain itu, umumnya penyakit mag tidak menyebabkan demam tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, kata dia lagi, gejala usus buntu muncul di perut bagian kanan bawah. Terlebih jika ditekan, rasa sakit ini akan semakin memburuk. Jika terdapat gejala nyeri di kanan bawah yang terasa sangat nyeri, kata dia, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Hal ini untuk meminimalisasi risiko terjadinya penyakit usus buntu yang semakin parah,” tegasnya.

Bila ada keluhan atau ingin konsultasi tentang penyakit yang diderita di daerah perut, segera hubungi Poli Spesialis RSU Kaliwates Jember di nomor 0331-483309 atau pendaftaran online melalui WhatsApp di nomor 0821-4109-1945.

Reporter : Lintang Anis Bena Kinanti
Editor : M. Shodiq Syarif
Editor Bahasa: mron Hidayatullah.

Reporter :

Fotografer :

Editor :