alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Karena Bergejala Seusai Jenguk Tetangga Probable Covid-19

Warga Satu Gang Mendadak Cemas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga satu gang di Dusun Purwojati, Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, waswas karena merasakan gejala yang mengarah pada Covid-19. Gejala itu muncul setelah menjenguk salah satu tetangga yang sakit sesak napas. Ternyata, belakangan diketahui, tetangga yang kini telah meninggal tersebut mengalami probable Covid-19 dengan gejala berat.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, kekhawatiran warga itu karena sebelumnya mereka menjenguk DS yang sedang sakit di rumahnya. Awalnya, warga tidak curiga dengan gejala yang diderita tetangganya itu. Dianggap hanya sesak napas biasa. Namun, setelah DS meninggal seusai menjalani perawatan rujukan di RSD Balung, mereka mulai ketar-ketir. Terlebih, prosesi pemakaman yang dilakukan oleh petugas menggunakan standar protokol Covid-19. “Saat ini, banyak warga di gang sebelah yang bergejala,” ungkap sumber yang merupakan warga sekitar.

Namun, dia tidak bisa memastikan ada berapa warga yang mengalami gejala. Sebab, setelah tersiar kabar tentang kasus itu, dia tidak berani keluar rumah. “Kok mau tahu jumlahnya, saya keluar saja tidak berani. Pintu saya tutup rapat-rapat. Pokoknya, satu gang sambat sakit semua setelah menengok keluarga korban,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Gedung DPRD Tutup Sementara Setelah Ketua Pansus Dinyatakan Positif Covid-19

Kepala Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, Miftahul Munir membenarkan kabar itu. Kemarin, warganya yang meninggal probable Covid-19 juga telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Hanya, dia belum bisa memastikan apakah warga yang tinggal satu gang dan dikabarkan bergejala itu terpapar Covid-19 atau tidak. Sebab, hingga kemarin, belum ada pemeriksaan. “Karena belum dilakukan tracing,” terangnya, melalui sambungan telepon.

Pemerintah desa, kata dia, telah memantau kasus itu dan sudah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan yang lain. Rencananya, hari ini bakal dilakukan tracing untuk memastikan apakah warga yang tinggal di satu gang dan bergejala itu terpapar Covid-19 atau hanya demam biasa. “Besok (hari ini, Red) baru akan dilakukan tracing,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga satu gang di Dusun Purwojati, Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, waswas karena merasakan gejala yang mengarah pada Covid-19. Gejala itu muncul setelah menjenguk salah satu tetangga yang sakit sesak napas. Ternyata, belakangan diketahui, tetangga yang kini telah meninggal tersebut mengalami probable Covid-19 dengan gejala berat.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, kekhawatiran warga itu karena sebelumnya mereka menjenguk DS yang sedang sakit di rumahnya. Awalnya, warga tidak curiga dengan gejala yang diderita tetangganya itu. Dianggap hanya sesak napas biasa. Namun, setelah DS meninggal seusai menjalani perawatan rujukan di RSD Balung, mereka mulai ketar-ketir. Terlebih, prosesi pemakaman yang dilakukan oleh petugas menggunakan standar protokol Covid-19. “Saat ini, banyak warga di gang sebelah yang bergejala,” ungkap sumber yang merupakan warga sekitar.

Namun, dia tidak bisa memastikan ada berapa warga yang mengalami gejala. Sebab, setelah tersiar kabar tentang kasus itu, dia tidak berani keluar rumah. “Kok mau tahu jumlahnya, saya keluar saja tidak berani. Pintu saya tutup rapat-rapat. Pokoknya, satu gang sambat sakit semua setelah menengok keluarga korban,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

BACA JUGA : Gedung DPRD Tutup Sementara Setelah Ketua Pansus Dinyatakan Positif Covid-19

Kepala Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, Miftahul Munir membenarkan kabar itu. Kemarin, warganya yang meninggal probable Covid-19 juga telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Hanya, dia belum bisa memastikan apakah warga yang tinggal satu gang dan dikabarkan bergejala itu terpapar Covid-19 atau tidak. Sebab, hingga kemarin, belum ada pemeriksaan. “Karena belum dilakukan tracing,” terangnya, melalui sambungan telepon.

Pemerintah desa, kata dia, telah memantau kasus itu dan sudah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan yang lain. Rencananya, hari ini bakal dilakukan tracing untuk memastikan apakah warga yang tinggal di satu gang dan bergejala itu terpapar Covid-19 atau hanya demam biasa. “Besok (hari ini, Red) baru akan dilakukan tracing,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga satu gang di Dusun Purwojati, Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, waswas karena merasakan gejala yang mengarah pada Covid-19. Gejala itu muncul setelah menjenguk salah satu tetangga yang sakit sesak napas. Ternyata, belakangan diketahui, tetangga yang kini telah meninggal tersebut mengalami probable Covid-19 dengan gejala berat.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, kekhawatiran warga itu karena sebelumnya mereka menjenguk DS yang sedang sakit di rumahnya. Awalnya, warga tidak curiga dengan gejala yang diderita tetangganya itu. Dianggap hanya sesak napas biasa. Namun, setelah DS meninggal seusai menjalani perawatan rujukan di RSD Balung, mereka mulai ketar-ketir. Terlebih, prosesi pemakaman yang dilakukan oleh petugas menggunakan standar protokol Covid-19. “Saat ini, banyak warga di gang sebelah yang bergejala,” ungkap sumber yang merupakan warga sekitar.

Namun, dia tidak bisa memastikan ada berapa warga yang mengalami gejala. Sebab, setelah tersiar kabar tentang kasus itu, dia tidak berani keluar rumah. “Kok mau tahu jumlahnya, saya keluar saja tidak berani. Pintu saya tutup rapat-rapat. Pokoknya, satu gang sambat sakit semua setelah menengok keluarga korban,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

BACA JUGA : Gedung DPRD Tutup Sementara Setelah Ketua Pansus Dinyatakan Positif Covid-19

Kepala Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, Miftahul Munir membenarkan kabar itu. Kemarin, warganya yang meninggal probable Covid-19 juga telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Hanya, dia belum bisa memastikan apakah warga yang tinggal satu gang dan dikabarkan bergejala itu terpapar Covid-19 atau tidak. Sebab, hingga kemarin, belum ada pemeriksaan. “Karena belum dilakukan tracing,” terangnya, melalui sambungan telepon.

Pemerintah desa, kata dia, telah memantau kasus itu dan sudah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan yang lain. Rencananya, hari ini bakal dilakukan tracing untuk memastikan apakah warga yang tinggal di satu gang dan bergejala itu terpapar Covid-19 atau hanya demam biasa. “Besok (hari ini, Red) baru akan dilakukan tracing,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/