alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Sarankan Pengembangan Produk Lokal

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harga kedelai impor yang perlahan terus naik jadi Rp 12 ribu per kilogram, membuat sejumlah perajin tempe mengubah bentuk produksinya. Walau bahan baku utama tahu tempe itu naik, perajin tempe pun enggan untuk demonstrasi atau mogok produksi seperti di ibu kota.

Pagi kemarin (23/2) aktivitas pembuatan tempe di daerah Jalan Ciliwung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, berjalan seperti biasanya. Mereka mulai mencuci, memasak, peragian, hingga mengemas kedelai yang siap dijadikan tempe. Setiap kedelai yang dimasukkan kemasan itu ditimbang dengan timbangan digital. Berat timbangan setiap kemasan tempe dikurangi 50 gram. “Normalnya itu setiap bungkus 500 gram kedelai, sekarang 450 gram,” ucap M. Saleh, salah seorang perajin tempe.

Cara itu menjadi langkah menyiasati harga kedelai yang terus menerus mengalami kenaikan. “Kalau dari ukurannya itu sama. Tapi kedelai yang dimasukkan, beratnya berbeda dari yang sebelumnya,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kenaikan kedelai hampir terjadi setiap minggu, selama empat bulan terakhir. Bila saat awal pandemi harga kedelai impor bisa mencapai Rp 10 ribu per kilogram, kini Rp 12 ribu per kilogram. Lantaran Saleh termasuk produksi besar dengan menghabiskan 10 ton setiap pekan, maka harga kedelai impor yang didapat sedikit lebih murah yaitu Rp 11.500 per kilogram.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harga kedelai impor yang perlahan terus naik jadi Rp 12 ribu per kilogram, membuat sejumlah perajin tempe mengubah bentuk produksinya. Walau bahan baku utama tahu tempe itu naik, perajin tempe pun enggan untuk demonstrasi atau mogok produksi seperti di ibu kota.

Pagi kemarin (23/2) aktivitas pembuatan tempe di daerah Jalan Ciliwung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, berjalan seperti biasanya. Mereka mulai mencuci, memasak, peragian, hingga mengemas kedelai yang siap dijadikan tempe. Setiap kedelai yang dimasukkan kemasan itu ditimbang dengan timbangan digital. Berat timbangan setiap kemasan tempe dikurangi 50 gram. “Normalnya itu setiap bungkus 500 gram kedelai, sekarang 450 gram,” ucap M. Saleh, salah seorang perajin tempe.

Cara itu menjadi langkah menyiasati harga kedelai yang terus menerus mengalami kenaikan. “Kalau dari ukurannya itu sama. Tapi kedelai yang dimasukkan, beratnya berbeda dari yang sebelumnya,” tuturnya.

Kenaikan kedelai hampir terjadi setiap minggu, selama empat bulan terakhir. Bila saat awal pandemi harga kedelai impor bisa mencapai Rp 10 ribu per kilogram, kini Rp 12 ribu per kilogram. Lantaran Saleh termasuk produksi besar dengan menghabiskan 10 ton setiap pekan, maka harga kedelai impor yang didapat sedikit lebih murah yaitu Rp 11.500 per kilogram.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harga kedelai impor yang perlahan terus naik jadi Rp 12 ribu per kilogram, membuat sejumlah perajin tempe mengubah bentuk produksinya. Walau bahan baku utama tahu tempe itu naik, perajin tempe pun enggan untuk demonstrasi atau mogok produksi seperti di ibu kota.

Pagi kemarin (23/2) aktivitas pembuatan tempe di daerah Jalan Ciliwung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, berjalan seperti biasanya. Mereka mulai mencuci, memasak, peragian, hingga mengemas kedelai yang siap dijadikan tempe. Setiap kedelai yang dimasukkan kemasan itu ditimbang dengan timbangan digital. Berat timbangan setiap kemasan tempe dikurangi 50 gram. “Normalnya itu setiap bungkus 500 gram kedelai, sekarang 450 gram,” ucap M. Saleh, salah seorang perajin tempe.

Cara itu menjadi langkah menyiasati harga kedelai yang terus menerus mengalami kenaikan. “Kalau dari ukurannya itu sama. Tapi kedelai yang dimasukkan, beratnya berbeda dari yang sebelumnya,” tuturnya.

Kenaikan kedelai hampir terjadi setiap minggu, selama empat bulan terakhir. Bila saat awal pandemi harga kedelai impor bisa mencapai Rp 10 ribu per kilogram, kini Rp 12 ribu per kilogram. Lantaran Saleh termasuk produksi besar dengan menghabiskan 10 ton setiap pekan, maka harga kedelai impor yang didapat sedikit lebih murah yaitu Rp 11.500 per kilogram.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/